- BPI Danantara menargetkan laba BUMN mencapai Rp 350 triliun pada tahun 2026, meningkat dari tahun sebelumnya.
- Laba BUMN pada 2025 tercatat Rp 285 triliun akibat adanya penurunan nilai aset perusahaan.
- Pencapaian target dilakukan melalui konsolidasi BUMN dan restrukturisasi keuangan pada BUMN yang sakit.
Suara.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), membidik target laba Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 350 triliun di 2026. Target itu lebih tinggi dibandingkan laba di 2025 yang mencapai Rp 285 triliun.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan pada tahun 2025 sebenarnya laba BUMN sebesar Rp 332 triliun, hanya saja ada penurunan nilai aset, sehingga hasilnya meraih Rp 285 triliun.
"Kami memasukkan rencana kerja kurang lebih Rp 350 triliun laba. Namun, saya tentu mengekspektasikan lebih. Jadi, sebetulnya BUMN itu memberikan kontribusi yang baik," ujar Dony saat ditemui di Kawasan GBK, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Untuk mencapai itu, Danantara terus menggenjot konsolisadasi antara BUMN, serta melakukan evaluasi fundamental bisnis, seperti analisis sumber pendapatan, margin EBITDA, dan efisiensi struktur biaya.
Dony menyebut, konsolidasi yang dilakukan dengan mengurangi jumlah BUMN dari 1.000 menjadi 300 BUMN, dengan berbagai cara,
Kemudian, Danantara juga terus melakukan restrukturisasi keuangan para BUMN sakit, mulai dari pemberian modal secara selektif.
"Kalau kami memberikan equity injection saat perusahaannya belum sampai di titik kontribusi margin positif, itu sama saja menggarami laut," katan Dony.
Adapun, Dony mengharapkan, target laba itu disumbang dari sektor-sektor strategis yang diantaranya, industri, logistik, energi, serta jasa keuangan.
Baca Juga: IHSG Anjlok, Bos BEI Minta Danantara Masuk Cepat ke Pasar Modal?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Ekonomi Indonesia Bakal Meroket, Bos BI Minta Pengusaha Berhenti Wait and See
-
IHSG Masih Nyaman Turun di Kamis Pagi, Balik ke Level 7.800
-
OJK Temukan Dugaan Penyaluran Dana Fiktif di PT Crowde Membangun Bangsa
-
IHSG Anjlok, Bos BEI Minta Danantara Masuk Cepat ke Pasar Modal?
-
Benarkah Tembakau Alternatif jadi Jalan Keluar Kebiasaan Merokok?
-
BUMN Ini Dulu Hanya Percetakan, Kini Bertransformasi jadi Raksasa Teknologi Keamanan Digital RI
-
Profil Dewan Energi Nasional, Ini tugas dan Tanggung Jawabnya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Target Negosiasi Tarif Impor AS Mundur, Ada Kendala?
-
Purbaya soal IHSG Anjlok: Beres Sebelum Mei, Hanya Syok Sesaat