- Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan keamanan adalah kunci utama investasi global saat ini.
- Investor mancanegara memilih Indonesia karena jaminan keamanan, berbeda dengan negara tetangga yang berisiko penculikan.
- Pemerintah mewajibkan investasi asing membuka lapangan kerja lokal, khususnya melalui transfer pengetahuan industri.
Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, keamanan menjadi 'mata uang' paling berharga dalam dunia investasi global saat ini.
Di tengah persaingan ketat menarik modal asing di kawasan Asia Tenggara, Dasco membeberkan realita kelam yang dialami para pengusaha di dua negara tetangga ASEAN, di mana ancaman nyawa menjadi risiko nyata yang harus dihadapi para pemodal.
Dasco mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto secara langsung mendengar testimoni dari para pengusaha mancanegara.
Para investor tersebut mengaku lebih memilih Indonesia bukan sekadar karena potensi pasarnya, melainkan karena jaminan rasa aman yang tidak ditemukan di negara tetangga.
Realita Kelam di Balik Label 'Tenaga Kerja Murah'
Selama ini, banyak negara berlomba-lomba menawarkan upah buruh yang rendah sebagai daya tarik utama investasi.
Namun, Dasco mengingatkan margin keuntungan yang tinggi tidak ada gunanya jika keselamatan jiwa pengusaha terancam.
Dalam taklimatnya saat Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis pekan lalu, ia menceritakan bagaimana pengusaha di dua negara ASEAN kerap menjadi sasaran tindak kriminal berat.
“Di satu negara mereka berinvestasi okelah tenaga murah, tapi keamanan kurang terjamin. Para pengusaha itu kerap kali diculik kemudian dimintakan tebusan,” kata Dasco, dikutip hari Senin (16/2/2026).
Baca Juga: Prabowo Kumpul Bareng Lima Konglomerat, Janji Perkuat Segala Lini Investasi
Situasi tersebut bahkan lebih mengerikan dari sekadar pemerasan. Menurut penuturan para pengusaha kepada Presiden Prabowo, korban penculikan seringkali dibawa ke wilayah terpencil yang sulit dijangkau hukum.
Setelah diculik, para pengusaha di negara itu bahkan dibawa ke perbatasan negara yang saat ini menjadi zona perang. Di wilayah-wilayah yang tidak stabil tersebut, nyawa seolah tidak memiliki nilai.
“Itu mereka diculik kadang-kadang tidak pulang karena di sana senjata bebas misalnya,” kata Dasco dengan nada serius.
Keunggulan Stabilitas Keamanan Indonesia
Elite Partai Gerindra itu menuturkan, bagi para pengusaha global keamanan menjadi aspek yang paling penting dalam berinvestasi.
Meskipun Indonesia mungkin tidak selalu memiliki biaya tenaga kerja terendah di kawasan, stabilitas politik dan keamanan dalam negeri menjadi nilai jual unik yang membuat Indonesia kini berada di posisi puncak dalam daftar destinasi investasi.
Berita Terkait
-
Prabowo Kumpul Bareng Lima Konglomerat, Janji Perkuat Segala Lini Investasi
-
Agung Sedayu Jual Hunian Lintas Generasi Rp2,2 Miliar
-
WOOK Group Investasi Talenta Digital Lewat Beasiswa
-
Prabowo Patok Target Tinggi, RoA Danantara Wajib Tembus 7 Persen
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Ribuan SPPG Disanksi dan Ditutup Sementara, Pemerintah Perketat Tata Kelola Program MBG
-
Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri