- Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan keamanan adalah kunci utama investasi global saat ini.
- Investor mancanegara memilih Indonesia karena jaminan keamanan, berbeda dengan negara tetangga yang berisiko penculikan.
- Pemerintah mewajibkan investasi asing membuka lapangan kerja lokal, khususnya melalui transfer pengetahuan industri.
Dasco mengakui, dinamika sosial di Indonesia cukup tinggi, terutama dengan adanya aksi-aksi unjuk rasa dari kelompok buruh.
Tapi, ia menekankan perbedaan mendasar antara protes demokratis di Indonesia dengan kekacauan keamanan di negara lain.
Di Indonesia, aspirasi buruh disampaikan dengan cara yang tetap menghormati keselamatan jiwa dan aset perusahaan.
“Kalau buruh, paling ya teriak-teriak, habis itu ya sudah pulang,” ucap Dasco.
Ia menambahkan, meskipun ada unjuk rasa, hal tersebut tidak pernah sampai mengancam keselamatan fisik para pengusaha secara sistematis seperti yang terjadi di negara tetangga tersebut.
Faktor inilah yang membuat kepercayaan diri investor tetap tinggi terhadap Indonesia.
"Karenanya, mereka merasa di Indonesia, investasi itu masih tergolong aman sehingga mereka kemudian pilihan nomor satu itu sekarang adalah investasi di Indonesia,” tambahnya.
Investasi Harus Membuka Lapangan Kerja Lokal
Meski menyambut baik antusiasme investor, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo tidak ingin Indonesia hanya sekadar menjadi tempat singgah modal tanpa memberikan dampak signifikan bagi rakyat.
Baca Juga: Prabowo Kumpul Bareng Lima Konglomerat, Janji Perkuat Segala Lini Investasi
Dasco menegaskan bahwa pemerintah kini menerapkan syarat yang lebih ketat agar bisnis para pengusaha tersebut turut menghidupkan perekonomian dalam negeri secara nyata.
Salah satu sektor yang menjadi sorotan adalah industri kendaraan listrik (EV). Pemerintah tidak ingin perusahaan asing hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar atau ladang investasi pabrik semata.
Harus ada transfer pengetahuan dan keterlibatan pengusaha lokal dalam rantai pasoknya.
“Dalam waktu dekat, mungkin mereka boleh berjualan mobil. Tapi, sole agent segala macam itu harus dibuka dan dimiliki oleh orang Indonesia. Dengan begitu, kesempatan kerja membuka lapangan kerja itu kemudian akan terbuka luas,” tegas Dasco.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa keamanan yang ditawarkan Indonesia dibayar setimpal dengan kesejahteraan bagi masyarakatnya, terutama dalam hal ketersediaan lapangan kerja bagi generasi muda.
Dengan ekosistem yang dibangun pemerintah, diharapkan kolaborasi antara modal asing, pengusaha nasional, dan tenaga kerja lokal dapat berjalan beriringan menuju Indonesia Maju.
Berita Terkait
-
Prabowo Kumpul Bareng Lima Konglomerat, Janji Perkuat Segala Lini Investasi
-
Agung Sedayu Jual Hunian Lintas Generasi Rp2,2 Miliar
-
WOOK Group Investasi Talenta Digital Lewat Beasiswa
-
Prabowo Patok Target Tinggi, RoA Danantara Wajib Tembus 7 Persen
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara