- Sebanyak 24 perusahaan, termasuk tiga dari Jepang, Prancis, dan Tiongkok, lolos tender proyek PSEL dan wajib membentuk konsorsium.
- Danantara Indonesia mengharapkan konsorsium pemenang tender memprioritaskan transfer teknologi ke pihak lokal di empat wilayah.
- Tiga perusahaan asing tersebut memiliki rekam jejak signifikan dalam pengelolaan limbah energi (WtE) secara global dan di Indonesia.
Di Singapura, MHIECE mengelola proyek TuasOne Waste-to-Energy Plant senilai 750 juta dolar Singapura, yang kini menjadi referensi internasional, termasuk bagi Indonesia.
Selain itu, MHIECE mengembangkan proyek Lao Gang fase kedua di Shanghai, Tiongkok, yang merupakan salah satu fasilitas WtE terbesar di dunia dengan nilai investasi 11 miliar yen. Fasilitas di Shanghai tersebut mampu mengolah 6.000 ton sampah per hari untuk menghasilkan daya listrik sebesar 144 megawatt.
Di Jepang, MHIECE menyepakati kontrak baru pada 2025 untuk optimasi efisiensi energi di pusat insinerasi Kanazawa dan Miyazaki. Fasilitas di Kanazawa mampu mengonversi 250 ton sampah per hari menjadi daya listrik sebesar 3 MW.
Sementara itu, di Indonesia, teknologi MHIECE telah diimplementasikan sejak 2019 melalui kolaborasi dengan PLN Nusantara Power di TPST Bantargebang. Fasilitas PLTSa tersebut mengolah 100 ton sampah untuk menghasilkan listrik sebesar 750 kW per jam yang digunakan sebagai penerangan area sekitar.
Metode WtE yang dilakukan MHIECE di lebih dari 300 pabrik seluruh dunia adalah dengan mesin pembakaran atau insinerator tingkat tinggi yang mampu membakar lumpur limbah dengan berbagai berat.
Berita Terkait
-
Daftar Proyek-proyek yang Akan Dijalankan Danantara
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter
-
Arab Saudi Gencar Tawarkan Mekah ke Investor Global, Harga Tanah Capai Rp1,4 Miliar per Meter
-
Prabowo Patok Target Tinggi, RoA Danantara Wajib Tembus 7 Persen
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange
-
Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA
-
Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?
-
Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21
-
Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV
-
Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025
-
BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya
-
DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April
-
Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora
-
Pariwisata RI Kembali Bergairah Awal 2026, Didominasi Turis China