- Bisnis properti Mekah menjadi fokus investasi global karena Arab Saudi diversifikasi ekonomi dari ketergantungan minyak.
- Pangeran MBS mengizinkan perusahaan asing dan muslim dunia berinvestasi properti, menargetkan 100 miliar dolar AS investasi tahun 2030.
- Pembangunan masif properti mewah di Mekah dikritik karena berpotensi mengabaikan nilai dan aspek sejarah kota suci tersebut.
Suara.com - Bisnis properti yang berkembang pesat membuat Mekah kini menjadi incaran para investor global. Diwartakan Bloomberg, para investor kini antre untuk membeli tanah dan membangun apartemen, hotel dan pusat perbelanjaan mewah di Kota Suci tersebut.
Bahkan Mekah kini menjadi pilar utama dalam perombakan ekonomi Arab Saudi, yang sudah menyadari bahwa penerimaan dari minyak bumi tak lagi bisa diandalkan karena penurunan harga.
"Mekah kini masuk radar para investor utama di dunia," kata Yasser Abu Ateek, pemimpin Umm Al Qura for Development and Construction Co, perusahaan developer yang diserahi tanggung jawab melaksanakan pembangunan infrastruktur di kota kelahiran Nabi Muhammad tersebut.
Saham Umm Al Qura for Development and Construction Co sudah naik 17 persen sejak IPO pada tahun lalu. Di antara para investornya adalah para perusahaan investasi Amerika Serikat seperti Vanguard Group, State Street Corp dan Blackrock, serta HSBC Holdings Plc dari Inggris.
Pemerintah Arab Saudi di bawah Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman sejak tahun lalu sudah mengizinkan perusahaan-perusahaan asing untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan developer Mekah. Umat muslim dari seluruh dunia juga diizinkan membeli properti di Kota Suci tersebut.
Mekah menjadi fokus Bin Salman setelah rencana ambisiusnya membangun kota baru Neom tersendat akibat turunnya harga minyak. Pembangunan Mekah diharapkan bisa menarik investasi sing senilai 100 miliar dolar AS per tahun pada 2030.
Menurut lembaga peneliti MEED, sekitar 60 miliar dolar AS sudah masuk ke Mekah pada tahun ini untuk pengembangan properti.
Dari Indonesia, Danantara sudah berencana membangun Kampung Haji untuk jemaah asal Indonesia di Mekkah. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 13 triliun.
Para investor ritel juga berlomba-lomba untuk membeli properti di Mekah. Menurut survei Knight Frank pada 2024, 82 persen muslim terkaya di dunia berniat berinvestasi di Mekah dan Madinah. Sekitar 40 persen dari muslim terkaya juga sudah menyiapkan lebih dari 5 juta dolar AS atau sekitar Rp84 miliar untuk membeli properti di Mekah.
Baca Juga: Jadi Buat Kampung Haji, Danantara Beli Hotel di Makkah
"Permintaan terus naik setiap tahun dan mereka (para perusahaan properti) bahkan tak perlu melakukan upaya pemasaran," kata Monica Malik, ekonom pada Bank PJSC, Abu Dhabi.
Masuknya para investor membuat harga tanah di Mekah jadi salah satu yang termahal di dunia. Kini tahan di sekitar Masjidil Haram dihargai nyaris 87.000 dolar AS atau sekitar Rp 1,4 miliar per meter persegi.
Salah satu yang membuat daya tarik Mekah dan Madinah bagi para investor adalah banyaknya turis maupun jemaah haji yang datang ke kedua kota tersebut setiap tahunnya. Hampir tak ada hari sepi di dua Kota Suci itu. Puncaknya tentu saja selama Ramadan dan musim haji.
Di bulan Ramadan, harga hotel-hotel di Mekah, terutama di sekitar Masjidil Haram bisa mencapai 10.000 dolar AS per malam. Tahun ini Marriott, perusahaan perhotelan asal Amerika Serikat, mengoperasikan hotelnya di Mekah.
Tapi investasi dan pembangunan besar-besaran itu tak luput dari kritik. Omid Safi, dosen Studi Islam di Duke University, AS yang juga biasa memandu jamaah umrah dari AS mengatakan pembangunan di Kota Suci itu terlalu massif hingga mengabaikan aspek sejarah.
"Mereka meratakan gunung demi membangun pencakar langit untuk hotel-hotel bintang lima. Ekspansi untuk akomodasi para turis itu dilakukan tanpa menghargai sejarah kota Mekah," kata Safi.
Berita Terkait
-
Anak Buah Menkeu Purbaya Hijrah ke Danantara
-
Megawati Ziarah ke Makam Rasulullah di Madinah, Didoakan Langsung Imam Besar Masjid Nabawi
-
Ingin Kampung Haji Sukses, Danantara Gaet Perusahaan Arab Saudi
-
Fakta di Balik Pembangunan Kampung Haji Indonesia, Apa Untungnya Buat Jemaah?
-
Kampung Haji Segera Hadir, Prabowo Tekadkan Niat Tingkatkan Pelayanan dan Turunkan Biaya
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi
-
Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan
-
Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah
-
Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO
-
Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?
-
QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat
-
India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan
-
Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?
-
Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada
-
Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%