- Wendy's memutuskan menutup ratusan gerai AS karena penjualan global gerai sejenis turun signifikan pada Kuartal Keempat.
- Penjualan gerai sejenis global Wendy's turun 10% pada Oktober-Desember, lebih buruk dari proyeksi analis.
- Perusahaan berencana menutup 298 hingga 358 restoran AS paruh pertama tahun ini, fokus pada penawaran nilai harian.
Suara.com - Wendy’s memutuskan untuk menutup beberapa ratus restoran di Amerika Serikat. Keputusan ini diambil seiring meningkatkan fokusnya pada nilai setelah kinerja kuartal keempat anjlok.
Perusahaan yang berbasis di Dublin, Ohio ini mengatakann bahwa penjualan di gerai yang sama secara global menurun.
Adapun, penjualan di lokasi yang telah beroperasi setidaknya selama satu tahun, turun 10 persen pada periode Oktober-Desember.
Angka ini lebih buruk dari penurunan 8,5 persen yang diperkirakan oleh analis yang disurvei oleh FactSet. Penjualan di gerai yang sama di AS bahkan turun lebih jauh pada kuartal keempat.
Seperti McDonald's, Taco Bell, dan pesaing lainnya, Wendy's juga berencana untuk menekankan nilai dalam upaya merebut kembali pelanggan yang lelah dengan inflasi.
“Salah satu pelajaran dari tahun 2025 tentang nilai, kami terlalu condong ke promosi harga terbatas waktu daripada nilai sehari-hari,” kata Ken Cook, CEO sementara dan kepala keuangan Wendy's, dalam konferensi telepon dengan investor dilansir Japan Today, Selasa (17/2/2026).
Wendy’s mengatakan, akhir tahun lalu bahwa mereka berencana untuk menutup restoran-restoran di AS yang berkinerja buruk.
Adapun, perusahaan telah menutup 28 restoran pada kuartal keempat dan mengakhiri tahun 2025 dengan 5.969 lokasi di AS.
Perusahaan juga memperkirakan akan menutup antara 5 persen dan 6 persen dari restoran-restoran di AS. Saat ini hanya ada 298 hingga 358 lokasi, pada paruh pertama tahun ini.
Baca Juga: Emiten Asuransi TUGU Siapkan Strategi Kejar Kinerja Positif di 2026
Tindakan tersebut dilakukan setelah penutupan 240 gerai Wendy's di AS pada tahun 2024. Saat itu, jaringan restoran berusia 57 tahun ini mengatakan banyak gerainya sudah ketinggalan zaman.
Pada bulan Januari, Wendy's memperkenalkan menu nilai permanen "Biggie Deals" dengan tiga tingkatan harga: Biggie Bites seharga $4, Biggie Bags seharga $6, dan Biggie Bundle seharga $8.
Cook mengatakan, Wendy's juga memiliki produk baru yang akan datang tahun ini, termasuk sandwich ayam baru.
Wendy's mengatakan, pendapatannya turun 5,5 persen pada kuartal keempat menjadi 543 juta dolar AS. Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar 537 juta dolar AS.
Sementara itu, Wendy's menyatakan, keyakinannya bahwa rencana pemulihan di AS dan pertumbuhan internasional akan membantu menghentikan penurunan penjualan tahun ini.
Perusahaan mengatakan, pihaknya memperkirakan penjualan di seluruh sistem secara global yang mencakup penjualan di restoran milik perusahaan dan waralaba akan stagnan tahun ini. Penjualan di seluruh sistem turun 3,5 persen tahun lalu.
Berita Terkait
-
WSBP Catat Kontrak Baru Rp1,3 Triliun hingga November 2025, Perkuat Transformasi Bisnis dan Keuangan
-
Strategi BRI Perkuat Bisnis Bullion dan Layanan Emas: Bagian Transformasi BRIVolution Reignite
-
Analis Proyeksikan Kinerja BBTN Moncer di 2025, Target Harganya Tembus Segini
-
Kinerja Laporan Berkelanjutan Perusahaan RI Diakui Internasional
-
Menkeu Purbaya Mau Bekukan Peran Bea Cukai dan Ganti dengan Perusahaan Asal Swiss
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Rupiah Terpuruk, DPR Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur
-
Industri Herbal RI Mulai Hilirisasi, Tak Mau Lagi Jual Bahan Mentah
-
Jualan Digital, Begini Strategi UMKM Biar Makin Cuan
-
Wall Street Ditutup Bervariasi di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
-
Mark Dynamics (MARK) Tebar Dividen Rp90 per Saham, Berikut Jadwalnya
-
IHSG Anjlok 4 Persen, BEI Minta Investor Tetap Tenang
-
Trump Batal Serang Iran, Harga Minyak Dunia Melandai
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun