Bisnis / Makro
Senin, 23 Februari 2026 | 07:17 WIB
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Pemegang saham pengendali atau mayoritas.
  • Jajaran Direksi dan Komisaris.
  • Pegawai internal perusahaan melalui program tertentu.
  • Afiliasi dari pendiri perusahaan.

Mengapa Rasio Free Float Begitu Penting?

Peningkatan rasio free float memiliki dampak langsung terhadap kualitas perdagangan saham tersebut di bursa:

Likuiditas Lebih Tinggi: Semakin banyak saham yang tersedia untuk publik, semakin mudah investor masuk dan keluar (jual-beli) tanpa menyebabkan lonjakan harga yang ekstrem.

Stabilitas Harga: Saham dengan free float rendah cenderung sangat volatil dan mudah dimanipulasi oleh segelintir pihak karena suplainya yang terbatas di pasar.

Bobot Indeks: BEI menggunakan rasio ini untuk menentukan bobot sebuah saham dalam indeks bergengsi (seperti LQ45 atau IDX30). Semakin besar free float-nya, semakin besar pengaruh saham tersebut terhadap pergerakan indeks.

Dengan penerapan standar 15%, pasar modal Indonesia diharapkan menjadi lebih dewasa, likuid, dan mampu menarik lebih banyak investor institusi global di sepanjang tahun 2026.

Kontributor : Rizqi Amalia

Load More