- BEI akan menaikkan batas minimal saham publik (free float) dari 7,5% menjadi 15% efektif mulai Maret 2026 untuk meningkatkan likuiditas.
- PT Tunas Mekar Jaya telah mendivestasi saham CBDK senilai Rp157,5 miliar melalui transaksi pada Februari 2026.
- Divestasi ini mengurangi porsi saham PT Tunas Mekar Jaya di CBDK dari 1,37% menjadi 0,93% pasca aksi jual.
Suara.com - Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat aturan main bagi para emiten diprediksi bakal berdampak besar.
Mulai Maret 2026, otoritas bursa bakal mengerek batas minimal saham publik atau free float dari semula 7,5 persen menjadi 15 persen.
Kebijakan strategis ini bertujuan untuk mendorong kualitas perdagangan saham agar lebih likuid serta membawa bursa domestik mendekati standar internasional.
Langkah ini diharapkan mampu menarik minat investor global yang sangat mempertimbangkan kemudahan keluar-masuk (liquidity) dalam sebuah instrumen saham.
Salah satu emiten yang tengah menjadi sorotan dalam penyesuaian aturan ini adalah PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Hingga Januari 2026, komposisi kepemilikan saham publik di emiten ini tercatat masih berada di angka 12 persen.
Artinya, CBDK masih memerlukan tambahan porsi saham yang beredar di masyarakat agar tidak melanggar ketentuan baru yang akan berlaku efektif bulan depan. Situasi ini pun tampaknya mulai diantisipasi melalui pergerakan kepemilikan di level pemegang saham.
Divestasi PT Tunas Mekar Jaya Senilai Rp157,5 Miliar
Di tengah rencana penyesuaian free float tersebut, PT Tunas Mekar Jaya dilaporkan telah melepas sebagian porsi kepemilikannya di saham CBDK.
Berdasarkan laporan resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 20 Februari 2026, aksi divestasi ini dilakukan untuk merealisasikan nilai investasi.
Baca Juga: Kapan Demutualisasi Bursa Efek Indonesia Dilaksanakan?
Berikut adalah detail transaksi penjualan saham tersebut:
- Tahap Pertama (12 Februari 2026): Penjualan sebanyak 17,5 juta lembar saham.
- Tahap Kedua (18 Februari 2026): Penjualan sebanyak 7,5 juta lembar saham.
- Harga Penjualan: Seluruh saham dilepas pada harga rata-rata Rp6.300 per lembar.
- Total Nilai Transaksi: Diperkirakan mencapai Rp157,5 miliar.
Pasca transaksi tersebut, hak suara PT Tunas Mekar Jaya di CBDK menyusut dari semula 1,37 persen (77,5 juta saham) menjadi hanya 0,93 persen (52,5 juta saham).
Laporan tersebut juga menegaskan bahwa PT Tunas Mekar Jaya bukanlah pemegang saham pengendali di emiten tersebut.
Dengan standar free float yang lebih tinggi, emiten diharapkan memiliki tingkat likuiditas yang jauh lebih sehat. Hal ini tidak hanya menguntungkan dari sisi volume perdagangan harian, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor institusi baik lokal maupun asing untuk masuk ke saham-saham dengan fundamental yang kuat.
Tag
Berita Terkait
-
OJK Siapkan Tanda Khusus Bagi Emiten Tak Penuhi Free Float, Paksa Transparansi atau Delisting?
-
267 Emiten Belum Penuhi Ketentuan Free Float 15 Persen, Siapa Saja?
-
BEI Gembok Saham WIKA, Ini Alasannya
-
IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Ini Jadwal Resmi Bursa dan Analisisnya
-
BEI Rombak Total Aturan Main Usai Tabir Gelap Saham RI Dibongkar MSCI
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya
-
Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini
-
OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar
-
70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah
-
Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit
-
INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade
-
Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?
-
IHSG Berbalik ke Zona Hijau: Ini Saham-saham Paling Banyak Dibeli Investor
-
Beda Jauh LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah dengan 'Harta' yang Ditemukan Polisi
-
Trump Sebut Kesepakatan Gencatan Senjata Selesai, AS dan Iran Kembali Berperang