Bisnis / Makro
Minggu, 22 Februari 2026 | 15:12 WIB
Ilustrasi (Foto Istimewa).
Baca 10 detik
  • BEI akan menaikkan batas minimal saham publik (free float) dari 7,5% menjadi 15% efektif mulai Maret 2026 untuk meningkatkan likuiditas.
  • PT Tunas Mekar Jaya telah mendivestasi saham CBDK senilai Rp157,5 miliar melalui transaksi pada Februari 2026.
  • Divestasi ini mengurangi porsi saham PT Tunas Mekar Jaya di CBDK dari 1,37% menjadi 0,93% pasca aksi jual.

Suara.com - Rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) memperketat aturan main bagi para emiten diprediksi bakal berdampak besar.

Mulai Maret 2026, otoritas bursa bakal mengerek batas minimal saham publik atau free float dari semula 7,5 persen menjadi 15 persen.

Kebijakan strategis ini bertujuan untuk mendorong kualitas perdagangan saham agar lebih likuid serta membawa bursa domestik mendekati standar internasional.

Langkah ini diharapkan mampu menarik minat investor global yang sangat mempertimbangkan kemudahan keluar-masuk (liquidity) dalam sebuah instrumen saham.

Salah satu emiten yang tengah menjadi sorotan dalam penyesuaian aturan ini adalah PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK). Hingga Januari 2026, komposisi kepemilikan saham publik di emiten ini tercatat masih berada di angka 12 persen.

Artinya, CBDK masih memerlukan tambahan porsi saham yang beredar di masyarakat agar tidak melanggar ketentuan baru yang akan berlaku efektif bulan depan. Situasi ini pun tampaknya mulai diantisipasi melalui pergerakan kepemilikan di level pemegang saham.

Divestasi PT Tunas Mekar Jaya Senilai Rp157,5 Miliar

Di tengah rencana penyesuaian free float tersebut, PT Tunas Mekar Jaya dilaporkan telah melepas sebagian porsi kepemilikannya di saham CBDK.

Berdasarkan laporan resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 20 Februari 2026, aksi divestasi ini dilakukan untuk merealisasikan nilai investasi.

Baca Juga: Kapan Demutualisasi Bursa Efek Indonesia Dilaksanakan?

Berikut adalah detail transaksi penjualan saham tersebut:

  • Tahap Pertama (12 Februari 2026): Penjualan sebanyak 17,5 juta lembar saham.
  • Tahap Kedua (18 Februari 2026): Penjualan sebanyak 7,5 juta lembar saham.
  • Harga Penjualan: Seluruh saham dilepas pada harga rata-rata Rp6.300 per lembar.
  • Total Nilai Transaksi: Diperkirakan mencapai Rp157,5 miliar.

Pasca transaksi tersebut, hak suara PT Tunas Mekar Jaya di CBDK menyusut dari semula 1,37 persen (77,5 juta saham) menjadi hanya 0,93 persen (52,5 juta saham).

Laporan tersebut juga menegaskan bahwa PT Tunas Mekar Jaya bukanlah pemegang saham pengendali di emiten tersebut.

Dengan standar free float yang lebih tinggi, emiten diharapkan memiliki tingkat likuiditas yang jauh lebih sehat. Hal ini tidak hanya menguntungkan dari sisi volume perdagangan harian, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor institusi baik lokal maupun asing untuk masuk ke saham-saham dengan fundamental yang kuat.

Load More