- Celios menyoroti tujuh poin dalam draf ART Indonesia-AS yang berpotensi merugikan stabilitas industri dan ekonomi nasional.
- Risiko utama meliputi pelemahan Rupiah akibat impor, pembatasan kerja sama dengan negara lain, dan ancaman deindustrialisasi.
- Kesepakatan tersebut juga dikhawatirkan mengancam kedaulatan tambang, menarik Indonesia ke konflik geopolitik, serta keamanan data.
6. Hilangnya Status Pusat Perdagangan Regional
Peluang strategis Indonesia untuk menjadi hub atau pusat transhipment perdagangan di kawasan regional bisa tertutup rapat jika butir-butir dalam kesepakatan ini resmi diimplementasikan.
7. Kerentanan Keamanan Data Personal
Poin terakhir yang tak kalah krusial adalah izin transfer data pribadi ke luar negeri. Hal ini dianggap mengancam keamanan siber nasional dan merusak ekosistem digital yang sedang dibangun di dalam negeri.
## Perlu Peninjauan Serius Sebelum Ratifikasi
Bhima Yudhistira menilai ketujuh poin di atas menunjukkan bahwa ART bukanlah kesepakatan komersial biasa, melainkan instrumen yang dapat mengubah arah pembangunan ekonomi jangka panjang. Ia mendesak pemerintah dan legislatif untuk melakukan pengkajian mendalam dan berani mengambil sikap tegas sebelum memutuskan untuk meratifikasi perjanjian tersebut.
Tanpa evaluasi yang komprehensif, Indonesia dikhawatirkan hanya akan menjadi pasar bagi produk AS tanpa mendapatkan nilai tambah yang signifikan bagi kemakmuran rakyat.
Berita Terkait
-
Statistik Gila Emil Audero meski Cremonese Hancur 0-3 di Kandang AS Roma
-
BI: Transformasi Digital Sistem Pembayaran Indonesia Jadi Rujukan Lembaga Keuangan Dunia
-
John Herdman Full Senyum, Debut Maarten Paes di Ajax Catatkan Statistik Mentereng
-
Pengamat: Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Gugur, Tak Perlu Gabung BoP!
-
Emil Audero Jatuh Bangun Bendung Roma Sebelum Gawang Cremonese Akhirnya Jebol 3 Kali di Olimpico
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Belajar dari Sejarah! Anggota DPR Misbakhun Klaim Rupiah Lemah Saat Ini Beda dari Krisis 1998
-
BGN Bantah Anggaran MBG Dipangkas Rp67 T Seperti Klaim Purbaya
-
OJK Tekankan Pentingnya Pasar Modal demi Pertumbuhan 7,5 Persen, Tapi Modal Asing Terus Kabur
-
Wamen ESDM Buka Suara soal Ganti Rugi Blackout Listrik Sumatra
-
Usai 1 Persen Saham Negara Masuk, Danantara Sumberdaya Indonesia Resmi Jadi BUMN
-
BTN Akuisisi Portofolio Kredit SMBCI Rp20 Triliun untuk Perkuat Transformasi Beyond Mortgage
-
5 Rekomendasi Investasi di 2026 untuk Dapat Passive Income, Aman dan Menguntungkan
-
Wamenkeu Ungkap 3 Sumber Krisis Ekonomi Negara, Gimana Nasib RI?
-
Beleid E-Commerce Segera Rampung, Apa Poin Utamanya?
-
Rezim Prabowo Semakin Bergerak ke Arah Sosialisme