- PT Bank China Construction Bank Indonesia (MCOR) merilis laporan keuangan 2025 dengan laba bersih mencapai Rp301,94 miliar.
- Pendapatan bunga bersih (NII) MCOR terkoreksi menjadi Rp951,77 miliar akibat beban bunga yang meningkat signifikan.
- Total aset bank tersebut menunjukkan lonjakan progresif menjadi Rp38,08 triliun seiring dengan pertumbuhan ekuitas perusahaan.
Suara.com - PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (dengan kode emiten MCOR) resmi merilis laporan keuangan tahun buku 2025.
Di tengah dinamika suku bunga global, perseroan berhasil menjaga tren positif dengan mengantongi laba bersih sebesar Rp301,94 miliar.
Pencapaian ini mencerminkan kenaikan tipis sekitar 2,21% dibandingkan perolehan tahun 2024 yang tercatat di angka Rp295,4 miliar.
Sejalan dengan pertumbuhan laba tersebut, nilai laba bersih per saham dasar dan dilusian perusahaan terkerek naik menjadi Rp7,96, dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp7,79 per lembar saham.
Berdasarkan data laporan keuangan, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) MCOR tercatat sebesar Rp951,77 miliar.
Angka ini mengalami sedikit koreksi sebesar 4,42% dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencapai Rp995,81 miliar.
Fenomena ini dipicu oleh pembengkakan beban bunga yang menyentuh Rp1,22 triliun, meskipun pendapatan bunga secara bruto sebenarnya masih tumbuh positif di angka Rp2,18 triliun.
Di sisi pendapatan operasional lainnya, perseroan mencatatkan beberapa poin krusial:
- Komisi dan Provisi: Mengalami lonjakan signifikan menjadi Rp111,69 miliar, naik tajam dari posisi tahun sebelumnya yang hanya Rp63,24 miliar.
- Kurs Mata Uang: Perseroan mencatatkan rugi transaksi valuta asing sebesar Rp39,28 miliar, berbanding terbalik dengan kondisi tahun 2024 yang sempat membukukan keuntungan.
- Efisiensi Beban: MCOR berhasil melakukan penghematan pada pos penyisihan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang turun menjadi Rp101,1 miliar, serta menekan biaya tenaga kerja menjadi Rp304,84 miliar.
Struktur Neraca: Lonjakan Aset yang Signifikan
Baca Juga: Purbaya Bebaskan PPN untuk Sumbangan Bencana Banjir Sumatra
Salah satu sorotan utama dalam laporan tahun ini adalah ekspansi neraca perusahaan yang cukup progresif.
Total aset MCOR melesat tajam menjadi Rp38,08 triliun, meningkat secara signifikan dari posisi akhir 2024 yang sebesar Rp33,54 triliun.
Peningkatan aset ini diimbangi dengan struktur permodalan yang semakin kuat, di mana total ekuitas perusahaan naik menjadi Rp7,14 triliun.
Di sisi lain, total liabilitas atau kewajiban perseroan juga tercatat merangkak naik ke angka Rp30,93 triliun seiring dengan peningkatan aktivitas pendanaan perbankan.
Tag
Berita Terkait
-
Ramalan Keuangan Zodiak 24 Februari 2026: 5 Zodiak Ini Hokinya Tak Terduga
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Tanggapan Purbaya, Kemenkeu Klarifikasi soal Gugatan Guru Honorer untuk Anggaran MBG UU APBN 2026
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
Purbaya Blacklist Keluarga Dwi Sasetyaningtyas usai Viral Hina RI, Tagih Balik Dana LPDP Plus Bunga
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Emas Antam Meroket Lagi, Harganya Dipatok Rp 3.068.000/Gram
-
Kontribusi Triliunan dan Serap Tenaga Kerja, Industri Vape Minta Tak Dipukul Rata
-
8 Calon Emiten Mau IPO dengan Aset Jumbo, Ini Bocorannya
-
Harga Bitcoin Terkapar dan Sulit Bangkit, Emas Kembali Jadi Primadona
-
Uang Beredar Tembus Rp10.117 Triliun di Awal Januari 2026
-
Rupiah Keok Lawan Dolar AS ke Level Rp16.835
-
Cara Cek dan Daftar Antrean Penukaran Uang PINTAR BI
-
IHSG Lanjutkan Tren Positif pada Selasa Pagi, Melesat ke Level 8.400
-
Donald Trump Dituntut Kembalikan Dana Tarif Rp 2.700 Triliun
-
Siapa Pengemplang Pajak Rp2,6 M yang Sahammya Diblokir Purbaya?