- Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, membantah keras berita viral dukungan DPR terhadap penutupan total Alfamart dan Indomaret.
- Lasarus mengklarifikasi bahwa ia yang mengusulkan pembatasan wilayah operasional ritel modern hingga level kabupaten/kecamatan.
- Informasi penutupan total tersebut merupakan hoaks yang sengaja disebarkan menggunakan foto Ketua DPR RI Puan Maharani.
Suara.com - Jagat media sosial dihebohkan dengan informasi viral yang menyebut DPR RI mendukung penutupan total gerai ritel modern Alfamart dan Indomaret di seluruh Indonesia. Informasi yang mencatut foto Ketua DPR RI Puan Maharani ini sontak memicu perdebatan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, angkat bicara dan memberikan klarifikasi. Ia membantah keras narasi penutupan tersebut dan melabeli informasi yang beredar sebagai berita bohong atau hoax yang sengaja disebarkan untuk tujuan tertentu.
Lasarus mengakui bahwa pernyataan yang menjadi sumber kesalahpahaman itu berasal dari dirinya, bukan dari Puan Maharani. Ia menegaskan bahwa foto Puan Maharani telah disalahgunakan dalam unggahan tersebut untuk membangun narasi yang keliru.
“Dalam instagram tersebut menampilkan Ibu Puan Maharani Ketua DPR RI yang sangat saya kagumi dan hormati dengan ini saya Lasarus.S.Sos.M.Si, menyatakan yang membuat pernyataan terkait sebaran Alfamart dan Indomaret tersebut adalah saya bukan Ibu Puan Maharani,” kata Lasarus di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Politisi PDI Perjuangan itu meluruskan bahwa substansi pernyataannya bukanlah meminta penutupan, melainkan mengusulkan adanya pembatasan wilayah operasional bagi jaringan ritel modern tersebut.
Menurutnya, tidak pernah ada satu pun keputusan atau pernyataan resmi dari Komisi V DPR yang meminta Alfamart dan Indomaret untuk ditutup.
“Saya sampaikan dan bisa disaksikan lewat rekaman rapat antara Komisi V DPR RI dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal tidak ada pernyataan kami yang meminta Alfamart dan Indomaret supaya ditutup, terlampir akan kami lampirkan kesimpulan rapat sebagai bukti dokumen resmi keputusan rapat,” tegasnya.
Lasarus menyebut narasi yang disebarkan di media sosial sangat menyesatkan dan tendensius, terutama karena menggunakan foto Puan Maharani untuk memperkuat klaim palsu tersebut.
“Sekali lagi saya ingin sampaikan Instagaram yang beredar dengan menampilkan foto Ketua DPRRI Ibu Puan Maharani dengan tulisan ”DPR DUKUNG MENTERI DESA TUTUP ALFAMART-INDOMARET DEMI KOPERASI DESA” adalah berita HOAX dan tendensius,” tegasnya.
Baca Juga: Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Capai 20 Persen
Lebih jauh, Lasarus membeberkan usulan asli yang ia sampaikan dalam rapat kerja. Usulan tersebut didasari oleh aspirasi dan keluhan dari para pedagang kecil serta pemilik toko kelontong di daerah pedesaan yang merasa tergerus oleh ekspansi ritel modern.
Ia mengusulkan agar Alfamart dan Indomaret hanya beroperasi hingga level kabupaten atau kecamatan.
“Saya menyampaikan pemikiran supaya Alfamart dan Indomaret cukup sampai kabupaten dan kecamatan saja, dengan pemikiran biarlah rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat desa dan dusun beri kesempatan kepada pedagang sembako di Desa dan Dusun serta Bumdes atau Koperasi Desa saja. Bukti rekaman bisa dilihat secara terbuka di laman pemberitaan resmi DPR,” jelasnya.
Wacana pembatasan ritel modern di pedesaan ini sejatinya bukan isu baru. Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto juga menyuarakan hal serupa dalam rapat bersama Komisi V pada November 2025.
"Saya setuju sekali di forum terhormat ini, Pak Ketua, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop," ujar Yandri kala itu. Ia khawatir ekspansi ritel modern akan menjadi ancaman serius bagi eksistensi ekonomi warga lokal. "Buat apa kita membangun Kopdes, tapi Alfamart sama Indomaret atau sejenisnya merajalela? Ya itu artinya ya tidak apple to apple sebenarnya, kalau mereka sudah sangat besar sangat monopoli selama ini, ya tentu akan menjadi ancaman bagi Kopdes," tuturnya.
Dukungan serupa juga datang dari Menteri Koperasi Ferry Juliantono yang secara terbuka mengimbau para pemilik jaringan ritel modern untuk tidak lagi merambah hingga ke pelosok desa.
“Jadi saya pernah ketemu dengan yang punya retail modern yang sebelah sana, saya bilang stop bikin retail modern di desa, biarkan di desa itu si kooperasi desa yang jualan retail barang-barangnya,” kata Ferry pada Jumat (20/2/2026).
Berita Terkait
-
Komisi V DPR Dorong Diskon Tiket Pesawat Lebaran 2026 Capai 20 Persen
-
5 Pasta Gigi Pencegah Bau Mulut Selama Puasa Ramadan yang Ada di Alfamart
-
8 Rekomendasi Lotion Memutihkan Kulit di Alfamart Mulai Rp11 Ribuan
-
Promo Minyak, Gula hingga Kecap di Indomaret Spesial Ramadan, Sembako Harga Turun!
-
Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak
-
Update RUU Perampasan Aset, Dasco: Komisi III Sedang Belanja Masalah dan Susun Draf RUU
-
Aksi Koboi Curanmor di Tanjung Duren Terekam CCTV, Polisi Ringkus Dua Pelaku
-
Pembangunan Huntap di Tapanuli Terus Berjalan, Kerangka Rumah dan Batu Bata Tersusun Rapi
-
TNI dan Warga Gotong Royong, Tempat Ibadah, dan Sekolah di Tapanuli dan Aceh Kinclong Lagi
-
Eros Djarot Kritik Pedas Kondisi Bangsa: Indonesia Menjadi Nation Without Values
-
Audiensi 7 Pemda, Wamensos Agus Jabo Tekankan Dinsos Ujung Tombak Pemutakhiran Data