- IHSG bangkit dari koreksi pada Rabu, 25 Februari 2026, mencapai level 8.318 hingga 8.361.
- Perdagangan pagi itu mencatat transaksi 3,05 miliar saham senilai Rp1,47 triliun dengan mayoritas saham menguat.
- Proyeksi IHSG diperkirakan cenderung menguat, didorong sentimen bursa Wall Street dan harga komoditas.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit dari koreksi pada awal perdagangan, Rabu, 25 Februari 2026. IHSG melesat ke level 8.318.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus meroket 0,98 persen ke level 8.361.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,05 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,47 triliun, serta frekuensi sebanyak 189.400 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 386 saham bergerak naik, sedangkan 152 saham mengalami penurunan, dan 420 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, JAYA, KONI, MEGA, AIMS, TOOL, YELO, SOHO, KING, PPRE, NINE, PNSE.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDS, ROCK, MGLV, SSTM, INCI, DIVA, IDEA, BLUE, ASP, MSJA, ASHA.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini. Sentimen global dan pergerakan harga komoditas dinilai menjadi pendorong utama arah pasar.
CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyebutkan, menguatnya indeks di bursa Wall Street menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham domestik.
Baca Juga: Duo Emiten 'BUMI' Masuk Daftar Saham Paling Banyak Dibeli dan Dijual Asing
Selain itu, kenaikan harga sejumlah komoditas seperti batubara, timah, nikel, serta tembaga juga diperkirakan memberi tambahan sentimen positif.
Namun demikian, terkoreksinya harga emas dinilai berpotensi menjadi sentimen negatif bagi IHSG, terutama terhadap saham-saham berbasis komoditas emas.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 8.175/8.070 dan resist 8.385/8.490,” tulis riset tersebut.
Dengan proyeksi tersebut, pelaku pasar disarankan mencermati level support dan resistance sebagai acuan strategi perdagangan jangka pendek.
Sejalan dengan proyeksi pergerakan indeks, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham pilihan yang dinilai menarik untuk dicermati, yakni, BMRI, ISAT, TLKM, MBMA, UNTR, PTPP.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Kapan WIKA, WSKT, dan INAF Delisting? Ini Penjelasan BEI
-
Impor Garam Naik 13,1%, Target Swasembada 2027 Terancam
-
Emiten TUGU Andalkan GCG untuk Dongkrak Daya Saing Bisnis
-
IHSG Tembus Level 6.000, BBCA dan BRI Jadi Jagoannya
-
Sosok 'Pemilik' ENHYPEN, Punya Harta Tiga Kali Lipat LHKPN Menteri Terkaya RI
-
Rupiah Masih Terpuruk, Betah di Level Rp18.000
-
Jadwal Stock Split Saham RMKE
-
Sosok Pemilik Ryanair, Maskapai yang Viral Jendela Copot saat Pesawat Terbang
-
BEI Jawab Isu Dana Asing Banyak Kabur dari Pasar Modal Gara-gara Pidato Prabowo
-
Danantara Baru Mau Jalankan 26 Proyek Hilirisasi Rp225 Triliun