Bisnis / Keuangan
Rabu, 25 Februari 2026 | 09:16 WIB
IHSG melompat signifikan ke level 8.047, menguat 124 poin atau 1,57% pada Sesi I Selasa (3/2/2026). Pergerakan ini terbilang impresif mengingat IHSG sempat terseok di jalur merah pada pembukaan pagi tadi di level 7.888. Foto Rina-Suara.com
Baca 10 detik
  • IHSG bangkit dari koreksi pada Rabu, 25 Februari 2026, mencapai level 8.318 hingga 8.361.
  • Perdagangan pagi itu mencatat transaksi 3,05 miliar saham senilai Rp1,47 triliun dengan mayoritas saham menguat.
  • Proyeksi IHSG diperkirakan cenderung menguat, didorong sentimen bursa Wall Street dan harga komoditas.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit dari koreksi pada awal perdagangan, Rabu, 25 Februari 2026. IHSG melesat ke level 8.318.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG terus meroket 0,98 persen ke level 8.361.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 3,05 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,47 triliun, serta frekuensi sebanyak 189.400 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 386 saham bergerak naik, sedangkan 152 saham mengalami penurunan, dan 420 saham tidak mengalami pergerakan.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, JAYA, KONI, MEGA, AIMS, TOOL, YELO, SOHO, KING, PPRE, NINE, PNSE.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, INDS, ROCK, MGLV, SSTM, INCI, DIVA, IDEA, BLUE, ASP, MSJA, ASHA.

Proyeksi IHSG

IHSG diproyeksikan bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini. Sentimen global dan pergerakan harga komoditas dinilai menjadi pendorong utama arah pasar.

CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyebutkan, menguatnya indeks di bursa Wall Street menjadi katalis positif bagi pergerakan pasar saham domestik.

Baca Juga: Duo Emiten 'BUMI' Masuk Daftar Saham Paling Banyak Dibeli dan Dijual Asing

Selain itu, kenaikan harga sejumlah komoditas seperti batubara, timah, nikel, serta tembaga juga diperkirakan memberi tambahan sentimen positif.

Namun demikian, terkoreksinya harga emas dinilai berpotensi menjadi sentimen negatif bagi IHSG, terutama terhadap saham-saham berbasis komoditas emas.

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 8.175/8.070 dan resist 8.385/8.490,” tulis riset tersebut.

Dengan proyeksi tersebut, pelaku pasar disarankan mencermati level support dan resistance sebagai acuan strategi perdagangan jangka pendek.

Sejalan dengan proyeksi pergerakan indeks, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham pilihan yang dinilai menarik untuk dicermati, yakni, BMRI, ISAT, TLKM, MBMA, UNTR, PTPP.

Load More