- Kemenkeu menyatakan ART Indonesia-AS akan memengaruhi penerimaan bea masuk dan keluar, seperti perjanjian dagang umumnya.
- Sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia, termasuk minyak sawit dan kopi, mendapat tarif nol persen dalam kesepakatan tersebut.
- Sebagai imbal balik, Indonesia memberikan tarif nol persen untuk produk AS seperti gandum dan kedelai guna menstabilkan harga.
Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) buka suara soal perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat atau Agreement on Reciprocal Tariff (ART), khususnya ke penerimaan pajak.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu menyatakan kalau perjanjian dagang Indonesia dan AS itu tentu akan berpengaruh ke penerimaan seperti bea masuk dan bea keluar.
Hanya saja, hal itu sudah lazim terjadi karena bukan kali pertama Indonesia melakukan perjanjian dagang dengan negara lain.
"Kalau terkait dengan bea keluar, bea masuk, ini mirip dengan perjanjian perdagangan yang pada umumnya kita lakukan dengan banyak negara," kata Febrio saat konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026, dikutip Rabu (25/2/2026).
Febrio mencontohkan soal perjanjian dagang Indonesia dengan Uni Eropa bernama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership atau IEU-CEPA.
"Nah dengan Amerika juga sama. Pasti ada penurunan tarif untuk meningkatkan ekspor dan impor di kedua negara, dan dari kedua negara," lanjutnya.
Febrio memastikan kalau kesepakatan tarif dagang RI-AS memang berpengaruh kepada penerimaan bea masuk maupun bea keluar, hanya saja dampaknya terbatas. Pemerintah juga mengantisipasi efek perjanjian tersebut pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
"Jadi memang dari sejak IEU-CEPA, perjanjian Amerika ini selalu kita antisipasi. Sehingga tidak terjadi syok terhadap penerimaan negara," jelasnya.
Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dalam dokumen agreement on reciprocal trade terdapat 1.819 pos tarif produk yang memperoleh tarif 0 persen.
Baca Juga: KPK Periksa 3 Saksi Kasus Dugaan Suap Diskon Pajak di Kemenkeu
“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia baik itu pertanian maupun industri. Antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang yang tarifnya adalah nol persen,” ucapnya dalam keterangan pers dengan awak media di Washington DC, pada Kamis, 19 Februari 2026.
Sementara untuk produk tekstil dan aparel, Menko Airlangga menyebut bahwa Amerika Serikat juga memberikan tarif nol persen dengan mekanisme tariff rate quota (TRQ).
“Tentunya ini memberikan manfaat bagi empat juta pekerja di sektor ini. Dan kalau kita hitung dengan keluarga ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat indonesia,” tambahnya.
Sebagai bagian dari kesepakatan timbal balik, Indonesia juga berkomitmen memberikan fasilitas tarif nol persen bagi sejumlah produk utama asal Amerika Serikat, khususnya komoditas pertanian seperti gandum dan kedelai.
Menurut Airlangga, langkah ini memastikan masyarakat tidak terbebani biaya tambahan untuk produk berbahan baku impor tersebut.
"Masyarakat indonesia membayar nol persen untuk barang yang diproduksi dari soyabean ataupun wheat dalam hal ini, noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat,” jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
KPK Periksa 3 Saksi Kasus Dugaan Suap Diskon Pajak di Kemenkeu
-
Purbaya Tarik Utang Baru Rp 127,3 Triliun di Januari 2026
-
Ketua YLBHI Kritik Sikap Inferior Presiden Prabowo di Hadapan Donald Trump
-
Gaduh Perjanjian Dagang RI-AS, Prof Harris: Jaga Kedaulatan Jangan Pakai Emosi Sesaat!
-
Kemenkeu Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 36,6 Triliun per 21 Februari
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil
-
Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal
-
Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
-
Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital