- LPDP mentransformasi kebijakan beasiswa menjadi berorientasi dampak, fokus pada bidang strategis seperti STEM dan industri selama periode 2021–2026.
- LPDP mengakselerasi perluasan akses melalui program afirmasi untuk pemerataan, menjangkau 14.983 penerima hingga Januari 2026.
- LPDP memperkuat tata kelola melalui pemantauan berkala dan kerjasama imigrasi guna memastikan akuntabilitas penerima beasiswa.
Koordinasi juga dilakukan dengan perwakilan RI di luar negeri, baik KBRI maupun KJRI, untuk memantau keberadaan dan kondisi penerima beasiswa selama menjalani studi.
LPDP turut menyediakan kanal pengaduan publik sebagai sarana pelaporan, verifikasi, dan penelusuran informasi dari masyarakat. Sehingga pengawasan dilakukan secara lebih partisipatif dan transparan.
Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2013, LPDP telah memberikan dampak bagi peningkatan kualitas talenta Indonesia. Hingga 2026, program beasiswa LPDP telah mendukung 58.444 penerima beasiswa gelar, serta 583.171 peserta program kolaborasi dengan Kemendikbud Ristek, dan 42.160 penerima beasiswa kolaborasi dengan Kementerian Agama.
Dalam bidang penelitian, LPDP telah mendanai 3.861 proyek riset melalui Dana Abadi Penelitian, yang berperan penting dalam memperkuat kapasitas riset nasional.
LPDP juga memberikan pendanaan kepada 23 perguruan tinggi untuk mendorong peningkatan kapasitas menuju world class universities, serta menyalurkan dukungan kepada 3.554 penerima manfaat Dana Abadi Kebudayaan untuk pemajuan kebudayaan dan pelestarian warisan budaya.
Penajaman fokus beasiswa ke bidang-bidang STEM dan industri strategis dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi erat dengan Kemendikti Saintek, Kemendikdasmen, Kementerian Agama, dan BRIN, dengan sasaran akhir membangun satu talent pool nasional yang terintegrasi, menghubungkan lulusan, riset, dan kebutuhan industri secara berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Viral Kasus Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Ancam Pamerkan Nama Alumni Bermasalah
-
LPDP Mau Gandeng Danantara Siapkan Lapangan Kerja buat Alumni Penerima Beasiswa
-
Polemik Anak Pejabat Terima Beasiswa LPDP: Adilkah
-
Bukan Alumni LPDP, Cinta Laura Bangun 12 Sekolah Gratis bagi Anak Prasejahtera
-
Suami Diminta Kembalikan Beasiswa LPDP, Rupanya Dwi Sasetyaningtyas Punya Gurita Bisnis
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak