- LPDP mentransformasi kebijakan beasiswa menjadi berorientasi dampak, fokus pada bidang strategis seperti STEM dan industri selama periode 2021–2026.
- LPDP mengakselerasi perluasan akses melalui program afirmasi untuk pemerataan, menjangkau 14.983 penerima hingga Januari 2026.
- LPDP memperkuat tata kelola melalui pemantauan berkala dan kerjasama imigrasi guna memastikan akuntabilitas penerima beasiswa.
Suara.com - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengumumkan bahwa mereka telah melakukan transformasi kebijakan dari pendekatan yang sebelumnya fokus pada akses pendidikan menuju pendekatan yang berorientasi pada dampak.
Direktur Utama LPDP, Sudarto menjelaskan kalau perubahan ini sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2021. Kini mereka bergeser dari sekadar akses pendidikan menjadi program yang berorientasi dampak.
“Mulai 2021–2026, program beasiswa diarahkan secara lebih terukur pada bidang-bidang strategis, termasuk STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), industri pangan dan maritim, energi, kesehatan, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, hilirisasi, manufaktur, material maju, kewirausahaan, dan industri kreatif," kata Sudarto dalam Media Briefing LPDP di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Rabu (26/2/2026).
Sudarto menambahkan bahwa penajaman fokus ini diharapkan mampu menjawab tantangan global seperti rendahnya rasio peneliti, kesenjangan daya saing talenta, dan kebutuhan percepatan inovasi untuk mendukung ekonomi berbasis pengetahuan.
Tidak hanya penajaman fokus, dalam kurun 2020–2025 LPDP juga mengakselerasi perluasan akses seperti jumlah penerima beasiswa terus ditingkatkan dan dimaksimalkan.
Sebagai gambaran, jumlah alumni LPDP bertumbuh dari sekitar 11 ribu pada 2019 menjadi sekitar 33 ribu pada 2025. Sementara saat ini terdapat sekitar 38 ribu penerima yang sedang menempuh studi.
Sudarto menyebut akselerasi ini ditujukan untuk mempercepat kenaikan rasio lulusan S2/S3 agar sebanding dengan negara-negara maju.
LPDP juga memperkuat komitmen pemerataan akses melalui program beasiswa afirmasi, yang mencakup Putra-Putri Papua, Daerah Afirmasi, kelompok Prasejahtera, Penyandang Disabilitas, serta beasiswa Keolahragaan.
Program ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan akses pendidikan yang masih terjadi akibat faktor geografis, sosial-ekonomi, keterbatasan fasilitas pendidikan, serta kebutuhan dukungan khusus bagi penyandang disabilitas dan atlet berprestasi.
Baca Juga: Viral Kasus Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Ancam Pamerkan Nama Alumni Bermasalah
Selain itu, LPDP memberikan kemudahan persyaratan dan kualifikasi bagi penerima program afirmasi, termasuk penyesuaian kriteria penerimaan dan fleksibilitas dokumen administratif agar lebih inklusif.
Untuk memastikan kesiapan akademik, LPDP juga menyediakan program pengayaan bahasa bagi seluruh penerima beasiswa afirmasi, baik yang melanjutkan studi di dalam maupun luar negeri. Sehingga mereka dapat belajar dengan lebih percaya diri dan kompetitif.
Hingga Januari 2026, Sudarto menyatakan program afirmasi telah menjangkau 14.983 penerima di 127 kabupaten/kota. Ini menegaskan komitmen LPDP dalam menghadirkan kesempatan pendidikan setinggi-tingginya bagi seluruh anak bangsa.
LPDP juga memperkuat mekanisme pengawasan dan tata kelola untuk memastikan bahwa setiap penerima beasiswa menjalankan kewajibannya secara bertanggung jawab.
Pengawasan dilakukan melalui laporan akademik berkala selama masa studi, yang memungkinkan LPDP memantau perkembangan hasil belajar dan memastikan penerima beasiswa tetap berada pada jalur penyelesaian studi yang tepat waktu.
Untuk memastikan kewajiban kontribusi, LPDP bekerja sama dengan Ditjen Imigrasi dalam pemantauan mobilitas internasional guna memastikan kepatuhan penerima beasiswa terhadap ketentuan keberangkatan dan kepulangan.
Berita Terkait
-
Viral Kasus Dwi Sasetyaningtyas, LPDP Ancam Pamerkan Nama Alumni Bermasalah
-
LPDP Mau Gandeng Danantara Siapkan Lapangan Kerja buat Alumni Penerima Beasiswa
-
Polemik Anak Pejabat Terima Beasiswa LPDP: Adilkah
-
Bukan Alumni LPDP, Cinta Laura Bangun 12 Sekolah Gratis bagi Anak Prasejahtera
-
Suami Diminta Kembalikan Beasiswa LPDP, Rupanya Dwi Sasetyaningtyas Punya Gurita Bisnis
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi
-
Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok
-
Energi Terbarukan Kian Digenjot, Teknologi Baterai Jadi Kunci Atasi Fluktuasi Listrik
-
ASDP Tunda Alihkan Rute Kapal Ferry Bajoe-Kolaka, Ini Penyebabnya
-
Pertamina Raih Efisiensi Setelah Ubah Sistem Distribusi FAME Lewat Pipa
-
Perhatian! 18 Emiten Diusir BEI dari Pasar Modal RI, Ini Daftarnya
-
OJK Masih Telusuri Pelanggaran Kasus Debt Collector Mandiri Tunas Finance
-
Siap-siap! Pergi ke Stadion JIS Bisa Naik KRL Mulai Juni
-
Awas, Kendaraan 'STNK Only' Bisa Jadi Awal Petaka! Ini Penjelasan OJK
-
IHSG Tertekan Rekor Teburuk Kurs Rupiah, BBRI Jadi Salah Satu Rekomendasi Analis