- Harga emas Antam 1 gram pada Jumat, 27 Februari 2026, tercatat Rp 3.045.000, naik Rp 6.000 dari hari sebelumnya.
- Harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan Rp 6.000, mencapai Rp 2.824.000 per gram pada tanggal tersebut.
- Emas dunia menguat ke USD 5.195 per troy ounce akibat ketidakpastian kebijakan tarif impor Amerika Serikat.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 27 Februari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 3.045.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu masih melompat Rp 6.000 dibandingkan hari Kamis, 26 Februari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.824.000 per gram.
Harga buyback itu juga terus melonjak Rp 6.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.576.424
- Emas 1 Gram Rp 3.052.613
- Emas 2 gram Rp 6.0345.075
- Emas 3 gram Rp 9.042.550
- Emas 5 gram Rp 15.037.500
- Emas 10 gram Rp 30.019.863
- Emas 25 gram Rp 74.923.843
- Emas 50 gram Rp 149.768.488
- Emas 100 gram Rp 299.458.780
- Emas 250 gram Rp 748.381.288
- Emas 500 gram Rp 1.496.552.050
- Emas 1.000 gram Rp 2.993.064.000
Harga Emas Dunia Makin Meroket
Harga emas dunia menguat pada awal perdagangan Asia, Jumat, di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS). Logam mulia dengan kode XAU/USD itu tercatat menarik minat beli hingga ke level USD 5.195 per troy ounce.
Mengutip laporan FXStreet, penguatan emas terjadi karena pasar mencari aset safe haven di tengah ketidakjelasan arah kebijakan perdagangan AS. Emas secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai saat ketidakpastian global meningkat.
Baca Juga: Harga Emas 27 Februari 2026 di Pegadaian Stabil, Saatnya Beli?
Sentimen pasar dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut akan memberlakukan tarif menyeluruh sebesar 15 persen terhadap impor, menyusul putusan Mahkamah Agung yang membatalkan rezim tarif timbal balik sebelumnya.
Namun, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengisyaratkan bea masuk bahkan bisa dinaikkan menjadi 15 persen atau lebih tinggi bagi banyak negara dalam beberapa hari mendatang. Kurangnya kejelasan kebijakan ini mendorong investor beralih ke emas.
Di sisi lain, potensi kenaikan harga emas dinilai bisa tertahan oleh meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, mengatakan AS dan Iran akan melanjutkan pembicaraan nuklir pekan depan setelah mencatat kemajuan signifikan dalam pertemuan di Swiss.
Negosiasi lanjutan disebut akan berlangsung di tingkat teknis di Wina setelah periode konsultasi awal. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan pembicaraan ini karena stabilitas geopolitik biasanya mengurangi daya tarik emas sebagai aset aman.
Selain faktor geopolitik dan perdagangan, perhatian investor kini tertuju pada rilis data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS untuk Januari yang dijadwalkan rilis Jumat sore waktu setempat.
Secara konsensus, ekonom memperkirakan PPI bulanan naik moderat 0,3 persen pada Januari, lebih rendah dibandingkan kenaikan 0,5 persen pada Desember. Sementara itu, PPI tahunan diproyeksikan naik 2,6 persen, turun dari sebelumnya 3,0 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih