- Saham BNBR naik 24,22% mencapai Rp200 pada penutupan perdagangan sesi I Jumat, 27 Februari 2026.
- Kenaikan didorong laporan keuangan 2025 mencatat laba bersih Rp493,85 miliar, tumbuh 50,7%.
- Lonjakan laba bersih ditopang keuntungan non-operasional, terutama pengukuran kembali ekuitas dan diskon pembelian.
Suara.com - Pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (27/2/2026), saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) terpantau terbang tinggi dengan kenaikan mencapai 24,22%.
Aksi beli masif ini membawa harga saham BNBR bertengger di level Rp200 per lembar, sebuah pencapaian yang mencolok mengingat grafik kenaikannya sudah terlihat sejak bel pembukaan pasar dibunyikan.
Euforia para investor ini bukan tanpa alasan. Pergerakan liar harga saham BNBR disinyalir kuat sebagai respons pasar terhadap rilis laporan keuangan tahun buku 2025 yang menunjukkan performa impresif pada laba bersih perusahaan.
Meskipun kondisi makroekonomi masih penuh dinamika, BNBR berhasil membuktikan ketangguhannya dalam mencetak cuan yang signifikan bagi para pemegang sahamnya.
Berdasarkan data laporan keuangan terbarunya, BNBR sukses membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp493,85 miliar.
Angka ini menunjukkan lonjakan tajam sekitar 50,7% jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang tercatat senilai Rp327,59 miliar.
Namun, jika kita membedah lebih dalam, terdapat fenomena unik dalam struktur keuangan BNBR tahun ini.
Pendapatan neto perseroan sebenarnya mengalami sedikit penyusutan menjadi Rp3,74 triliun, turun tipis dari posisi tahun sebelumnya di angka Rp3,86 triliun.
Hal serupa juga terlihat pada beban pokok pendapatan yang relatif stabil di kisaran Rp2,99 triliun.
Baca Juga: IHSG Tembus Level 8.300 Lagi Hari ini, Cek Daftar Saham yang Cuan
Penurunan pendapatan ini berdampak langsung pada laba bruto yang terkoreksi dari Rp869,47 miliar menjadi Rp744,38 miliar.
Bahkan, laba usaha perusahaan tercatat turun drastis ke posisi Rp116,86 miliar dari sebelumnya Rp282,87 miliar. Lantas, dari mana datangnya lonjakan laba bersih tersebut?
Penyebab Saham BNBR Naik Hari Ini
Kunci dari melesatnya performa laba BNBR terletak pada pos keuntungan non-operasional yang berhasil dieksekusi oleh manajemen.
Laba sebelum pajak perseroan melambung menjadi Rp518,83 miliar, jauh melampaui capaian tahun lalu di angka Rp389,23 miliar. Lonjakan ini ditopang oleh dua faktor utama:
- Pengukuran Kembali Ekuitas: Perusahaan mencatatkan keuntungan dari hasil pengukuran kembali atas kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya sebesar Rp422,37 miliar.
- Keuntungan Pembelian Diskon: Terdapat tambahan laba dari keuntungan pembelian diskon senilai Rp320,12 miliar.
Kedua elemen akuntansi inilah yang menjadi "penyelamat" sekaligus pendorong utama laba bersih BNBR tetap tumbuh positif di saat kinerja operasional inti sedang mengalami tekanan.
Investor tampaknya melihat langkah restrukturisasi dan strategi akuisisi atau revaluasi aset yang dilakukan Grup Bakrie ini sebagai sinyal positif bagi nilai perusahaan di masa depan.
DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang sangat tinggi. Artikel ini disusun berdasarkan data laporan keuangan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tahun buku 2025 dan pergerakan pasar harian per Februari 2026. Narasi ini bersifat informatif sebagai bagian dari berita ekonomi dan bukan merupakan instruksi beli atau jual aset keuangan tertentu.
Berita Terkait
-
Saham BUMI Diborong Asing saat IHSG Merah Merona
-
Paramount Tawar Tinggi, Netflix Pilih Mundur dari Akuisisi Warner Bros
-
Beban Bunga Utang Naik, S&P Ingatkan Indonesia Bisa Turun Peringkat
-
IHSG Rungkad Lagi di Awal Perdagangan Hari Ini, Kembali ke Level 8.100
-
BEI Bidik 50 Ribu Calon Investor Masuk di Pasar Modal Syariah, Ini Strateginya
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Purbaya Rayu Eksportir lewat Insentif Jika Mau Simpan DHE SDA ke Bank Pemerintah
-
Rupiah Berhasil Menguat saat Hari Pancasila, tapi Masih Nyaman di Level Rp17.840
-
Riset LPEI: Indonesia Masih Pengekspor Minyak Kelapa Terbesar Kedua di Dunia
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.799.000/Gram Hari Ini
-
IRESS: Masyarakat Lebih Butuh Listrik Andal daripada Kompensasi Blackout
-
Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen
-
SMBC Indonesia Perluas Strategi Bisnis, Salah Satunya Bidik Nasabah Ini
-
Dolar AS Mulai Stabil, Rupiah Berpeluang Menguat
-
Ikuti Tren Global, Harga Avtur Pertamina Turun hingga 10 Persen
-
Harga BBM di SPBU Swasta hingga Pertamina per 1 Juni 2026