- Kemenperin menyatakan belum ada dampak langsung kesepakatan dagang Indonesia-AS terhadap sektor manufaktur nasional.
- Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Februari 2026 tetap di zona ekspansi meskipun terjadi penurunan tipis 0,10 poin.
- Pelaku usaha menunjukkan optimisme tinggi terhadap prospek permintaan dan kinerja usaha selama enam bulan ke depan.
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melihat belum ada dampak langsung dari penandatanganan Agreement of Reciprocal Trade Indonesia dan Amerika Serikat (AS) terhadap sektor manufaktur nasional.
Hal tersebut tercermin dari hasil Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Februari 2026 yang tetap berada di zona ekspansi.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan hingga saat ini industri belum menunjukkan respons negatif atas kesepakatan tersebut.
"Kalau kami lihat ya, tentu dampak ke industri... belum, belum ada. Ya. Belum ada," ujar Febri dalam konferensi pers rilis IKI Februari 2026, dikutip Jumat (27/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan merespons kemungkinan pelaku industri bersikap wait and see atau menahan produksi menyusul kesepakatan tarif resiprokal yang baru ditandatangani.
Febri menilai indikator optimisme pelaku usaha masih menunjukkan sinyal positif.
"Itu terlihat dari optimisme dan ekspektasi berusaha untuk enam bulan ke depan itu masih cukup tinggi," katanya.
Menurut dia, industri masih memandang prospek permintaan dan kinerja usaha dalam waktu dekat relatif baik, sehingga belum ada indikasi perlambatan akibat kebijakan tarif tersebut.
"Itu industri masih melihat bahwa demand ya, dan kinerja usaha mereka untuk enam bulan ke depan masih cukup bagus," ucap Febri.
Baca Juga: Bank Emas Pegadaian Genap Berusia Satu Tahun, Bertekad Menata Masa Depan Investasi Emas Indonesia
Sebelumnya, Kemenperin mencatat IKI pada Februari 2026 tercatat sebesar 54,02 atau turun tipis dibandingkan Januari yang berada di level 54,12. Meski melambat 0,10 poin, posisi indeks yang masih di atas angka 50 menandakan sektor manufaktur tetap berada di zona ekspansi.
Febri mengatakan penurunan tersebut relatif kecil. "Jadi, IKI Februari ini melambat sebesar 0,10 poin dibandingkan dengan IKI bulan Januari sebesar 54,12," jelasnya.
Secara tahunan, kinerja industri menunjukkan kenaikan. IKI Februari 2026 meningkat 0,87 poin dibanding Februari tahun lalu yang berada di level 53,15.
Febri menyebut nilai IKI Februari 2026 ditopang oleh 19 subsektor industri yang masih berada dalam fase ekspansif. Kontribusi subsektor tersebut sangat dominan terhadap struktur industri nasional.
"Di mana dari 19 subsektor yang ekspansif itu share PDB-nya itu sekitar 92,9 persen," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Pemerintah Akan Atur Status Karyawan PKWT dan Outsourcing di UU Ketenagakerjaan Baru
-
Pemerintah Gandeng AS Kembangkan Ekosistem Semikonduktor, Potensi Investasi Rp 530 Triliun
-
Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dibuka, Dapat Uang Saku hingga JKK-JKM
-
Bank Emas Pegadaian Genap Berusia Satu Tahun, Bertekad Menata Masa Depan Investasi Emas Indonesia
-
YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan, Berbagi Berkah Sepanjang Ramadan 1447 H
-
Kisruh Beasiswa LPDP, Waktunya Evaluasi Sistem?
-
Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari
-
ESDM Lobi-lobi AS Agar Sel Paner Surya RI Tak Kena Bea Masuk 104%
-
Kemenperin Catat Industri, Kimia dan Tekstil Lagi Loyo di Februari
-
IHSG Nyaris Stagnan pada Perdagangan Jumat, Tapi 352 Saham Meroket