- Perang AS-Israel vs Iran picu lonjakan permintaan emas sebagai aset safe haven.
- Pengamat prediksi emas dunia tembus USD5.500/oz akibat eskalasi geopolitik.
- Harga emas domestik berpotensi meroket hingga Rp3,4 juta per gram.
Suara.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran kini memasuki babak baru yang mencekam.
Kondisi ini pun memicu kepanikan pasar global, hingga membuat harga emas sebagai aset aman (safe haven) diprediksi bakal melonjak tajam dalam waktu singkat.
Lonjakan harga si kuning dalam setahun terakhir sejatinya sudah dibayangi oleh kebijakan ekstrem Presiden AS Donald Trump. Namun, eskalasi militer terbaru menjadi bahan bakar utama yang melambungkan nilai komoditas ini.
Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai serangan masif AS dan Israel ke Iran telah mengubah peta ketidakpastian global. Bahkan, pernyataan Trump mengenai meninggalnya pemimpin ulama di Iran menjadi sinyal kuat bahwa peperangan tidak akan mereda dalam waktu dekat.
"Bahwa serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran yang cukup masif mengindikasikan ketegangan di Timur Tengah ini akan meningkat," ujar Ibrahim dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Ibrahim menambahkan, aksi balasan Iran terhadap pangkalan militer AS dan wilayah Israel memperbesar peluang terjadinya konflik berkepanjangan. “Dan kemungkinan besar bahwa perang ini akan terus meletup, baik secara jangka pendek maupun jangka menengah,” imbuhnya.
Situasi chaos ini diprediksi akan langsung tercermin pada pembukaan pasar pagi hari. Ibrahim memproyeksikan bakal terjadi lonjakan harga yang signifikan atau gap up.
Tak tanggung-tanggung, harga emas dunia diprediksi mampu menembus angka psikologis baru dalam hitungan jam.
“Kemungkinan besar besok pagi akan terjadi gap up, melompat ke USD5.440 per troy ounce. Saya mengira dalam dua hari USD5.500 bisa tercapai dalam hitungan jam,” beber Ibrahim.
Baca Juga: Apa Itu Drone LUCAS yang Dipakai AS dan Israel Menyerang Iran?
Kenaikan harga emas dunia ini kian diperparah dengan potensi melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS akibat sentimen perang. Kombinasi kenaikan harga emas global dan depresiasi Rupiah dipastikan bakal mengerek harga logam mulia di dalam negeri ke level tertingginya sepanjang sejarah.
“Misalnya logam mulia bisa terjadi akan kembali di level Rp3.300.000 hingga Rp3.400.000-an per gram,” tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Harga BBM Pertamax Turbo Naik Jadi Rp 20.750/liter
-
Didukung Kemenhub, Agung Sedayu Siapkan Terminal Terpadu di PIK 2, Hubungkan MRT hingga Bandara
-
Canggihnya Ambulans Universitas Sanata Dharma, Multifungsi dan Bisa untuk Operasi Ringan
-
Harga Avtur Turun 10 Persen Mulai 1 Juni
-
Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan
-
Kemenperin Minta Kaji Ulang Kemasan Polos Produk Tembakau
-
Bisnis Logistik Ikut Kecipratan Berkah Pariwisata Bali
-
LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan hingga September 2026, Apa Efeknya?
-
Pertamax Turbo Naik, Harga BBM Pertamax Tetap Dibanderol Rp 12.300
-
Airlangga Klaim Kebijakan Ekspor Satu Pintu Tak Ganggu Ambisi RI Jadi Raja Kendaraan Listrik