- IHSG pada Senin, 2 Maret 2026, ditutup melemah 1,60% atau 131,768 poin pada level 8.103.
- Tekanan jual mendominasi sesi perdagangan akibat sentimen global yang dianggap belum kondusif bagi pasar saham.
- Phintraco Sekuritas memprediksi rentang pergerakan IHSG Sesi II berada antara 8.075 hingga 8.125.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahannya di perdagangan Sesi I, Senin, 2 Maret 2026. IHSG turun 131,768 poin atau terkoreksi 1,60 persen ke level 8.103.
Berdasarkan data riset Phintraco Sekuritas, tekanan jual masih mendominasi pergerakan indeks sejak pembukaan perdagangan. Pelemahan ini menandai lanjutan volatilitas pasar di tengah sentimen global yang belum kondusif.
Secara teknikal, tim riset Phintraco Sekuritas mencatat mulai terbentuknya histogram negatif pada indikator MACD. Selain itu, indikator Stochastic RSI juga terlihat bergerak menuju area pivot.
Kombinasi indikator tersebut mengindikasikan IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif pada perdagangan Sesi II.
Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks akan bergerak dalam rentang support-resistance 8.075 hingga 8.125 pada perdagangan lanjutan hari ini.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada hari ini, sebanyak 31,54 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,57 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,15 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 113 saham bergerak naik, sedangkan 682 saham mengalami penurunan, dan 163 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, OILS, IFSH, APEX, COAL, ENRG, SMMT, RUIS, WOWS, KAQI, MAIN, CGAS.
Baca Juga: Rekomendasi Saham IHSG yang Diprediksi 'Tahan Banting' saat Perang Meletus
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, POLI, SKBM, SOTS, ICON, JAYA, BELL, BIPP, SSTM, PADA, PADI, FILM.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
Terkini
-
Harga Emas di Pegadaian Turun Semua Hari Ini, Cek Daftarnya di Sini!
-
Fitch Afirmasi Peringkat Bank Jago (ARTO) di Level A dengan Outlook Stabil
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Ratusan Bank dan Bank Syariah Resmi Merger Massal, Ini Dampaknya!
-
Dari Sedekah Muncul Ide Usaha, Sandal Produksi Rumahan Ini Kini Tembus Pasar Nasional
-
Rapor Perbankan April 2026: Bank Mandiri Solid, Bagaimana dengan BCA?
-
IHSG Hari Ini: Analis Sarankan Fokus Saham 'Big Banks' dan Konglomerasi, Kenapa?
-
Diversifikasi Aset ke Luar Negeri, Strategi Timeless Amankan Kekayaan?
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot