- IHSG dibuka melemah signifikan pada Senin, 2 Maret 2026, tertekan oleh eskalasi konflik geopolitik global.
- Otoritas bursa mengimbau investor BEI untuk bertindak rasional dan menghindari aksi jual panik akibat gejolak pasar.
- Sektor energi menunjukkan penguatan, menjadi satu-satunya penyelamat di tengah tekanan jual yang menyebabkan 663 saham turun.
Suara.com - Pasar modal Indonesia mengawali perdagangan bulan Maret 2026 dengan tekanan yang cukup berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau langsung terjun bebas ke zona merah pada pembukaan pagi ini, Senin (2/3/2026).
Menyikapi kondisi tersebut, otoritas bursa meminta para pemodal untuk tidak terbawa kepanikan massal (panic selling).
Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat merosot tajam hingga 1,73 persen ke posisi 8.092.
Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar akibat eskalasi konflik geopolitik di tingkat global yang melibatkan kekuatan besar dunia.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffry Hendrik, menegaskan bahwa dalam situasi penuh gejolak seperti saat ini, investor diharapkan tetap mengedepankan logika ketimbang emosi.
Strategi investasi yang terukur menjadi benteng pertahanan utama untuk meminimalisir potensi kerugian.
"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental perusahaan," ujar Jeffry dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Ia juga menyarankan agar setiap investor segera melakukan evaluasi ulang terhadap portofolionya.
"Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing-masing individu," tambahnya sebagai langkah antisipasi agar kerugian tidak membengkak lebih jauh.
Baca Juga: Perang AS-Israel Vs Iran, Rupiah Terkapar ke Rp16.830 per Dolar AS
Hingga pukul 09.04 WIB, berdasarkan pengamatan Tim Bisnis Suara.com, laju koreksi IHSG sedikit tertahan meski masih berada di zona negatif dengan pelemahan 1,62 persen di level 8.102.
Volume perdagangan tercatat mencapai 4,25 miliar saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp2,98 triliun dalam frekuensi 349.900 kali transaksi.
Kondisi pasar saat ini didominasi oleh aksi jual yang masif, terlihat dari sebaran pergerakan saham berikut:
663 saham mengalami penurunan harga.
231 saham bergerak stagnan atau tidak berubah.
Hanya 64 saham yang berhasil melawan arus dan bergerak naik.
Berita Terkait
-
Tensi Timteng Memanas, BI Pasang Badan Jaga Rupiah dari 'Amukan' Dolar
-
Update Konflik Iran: Ayatollah Khamenei Gugur, China dan Rusia Gelar Pembicaraan Darurat
-
Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan
-
Cak Nun Pernah Prediksi Soal Perang Iran vs Israel - AS Sejak 2012, Indonesia Bela Siapa?
-
Timnas Iran Pesimis Main di Piala Dunia 2026 usai Serangan AS-Israel, FIFA Masih Pantau Situasi
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik