Bisnis / Makro
Senin, 02 Maret 2026 | 11:19 WIB
IHSG tertekan isu geopolitik, BEI minta investor tenang [Antara]
Baca 10 detik
  • IHSG dibuka melemah signifikan pada Senin, 2 Maret 2026, tertekan oleh eskalasi konflik geopolitik global.
  • Otoritas bursa mengimbau investor BEI untuk bertindak rasional dan menghindari aksi jual panik akibat gejolak pasar.
  • Sektor energi menunjukkan penguatan, menjadi satu-satunya penyelamat di tengah tekanan jual yang menyebabkan 663 saham turun.

Suara.com - Pasar modal Indonesia mengawali perdagangan bulan Maret 2026 dengan tekanan yang cukup berat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau langsung terjun bebas ke zona merah pada pembukaan pagi ini, Senin (2/3/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, otoritas bursa meminta para pemodal untuk tidak terbawa kepanikan massal (panic selling).

Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat merosot tajam hingga 1,73 persen ke posisi 8.092.

Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar akibat eskalasi konflik geopolitik di tingkat global yang melibatkan kekuatan besar dunia.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffry Hendrik, menegaskan bahwa dalam situasi penuh gejolak seperti saat ini, investor diharapkan tetap mengedepankan logika ketimbang emosi.

Strategi investasi yang terukur menjadi benteng pertahanan utama untuk meminimalisir potensi kerugian.

"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental perusahaan," ujar Jeffry dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Ia juga menyarankan agar setiap investor segera melakukan evaluasi ulang terhadap portofolionya.

"Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing-masing individu," tambahnya sebagai langkah antisipasi agar kerugian tidak membengkak lebih jauh.

Baca Juga: Perang AS-Israel Vs Iran, Rupiah Terkapar ke Rp16.830 per Dolar AS

Hingga pukul 09.04 WIB, berdasarkan pengamatan Tim Bisnis Suara.com, laju koreksi IHSG sedikit tertahan meski masih berada di zona negatif dengan pelemahan 1,62 persen di level 8.102.

Volume perdagangan tercatat mencapai 4,25 miliar saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp2,98 triliun dalam frekuensi 349.900 kali transaksi.

Kondisi pasar saat ini didominasi oleh aksi jual yang masif, terlihat dari sebaran pergerakan saham berikut:

663 saham mengalami penurunan harga.

231 saham bergerak stagnan atau tidak berubah.

Hanya 64 saham yang berhasil melawan arus dan bergerak naik.

Meski indeks secara keseluruhan tertekan, menariknya sektor energi justru tampil sebagai penyelamat di tengah badai.

Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Timur Tengah menjadi katalis positif bagi emiten-emiten yang berbasis pada komoditas migas dan penunjang energi.

Sejumlah saham yang tercatat masuk dalam jajaran Top Gainers pagi ini meliputi:

Sektor Migas & Energi: ELSA, ENRG, MEDC, dan COAL.

Penunjang Migas: APEX, RUIS, WINS, dan SURE.

Lainnya: OILS, YULE, dan INDS.

Load More