- IHSG pada Senin, 2 Maret 2026, langsung anjlok 1,73% ke level 8.092 akibat memanasnya konflik antara AS dan Iran.
- Pelemahan IHSG dipicu sentimen risk-off global yang menyebabkan pelaku pasar beralih ke aset safe haven internasional.
- Meskipun melemah, IHSG diperkirakan tertahan karena banyak saham komoditas yang diuntungkan dari potensi kenaikan harga energi dunia.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terjun bebas, pada Senin, 2 Maret 2026 pagi, setelah konflik Amerika Serikat (AS)-Iran memanas. IHSG merosot ke level 1,73 persen ke level 8.092.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.04 WIB, IHSG terus melemah 1,62 persen ke level 8.102.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,25 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,98 triliun, serta frekuensi sebanyak 349.900 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 64 saham bergerak naik, sedangkan 663 saham mengalami penurunan, dan 231 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, OILS, ELSA, APEX, COAL, YULE, ENRG, MEDC, RUIS, SURE, INDS, WINS.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, ROCL, SKBM, SOTS, POLI, ICON, IKPM, JAYA, KONI, VISI, IFSH, YPAS.
Proyeksi IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak volatile dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Senin (2/3/2026), di tengah meningkatnya sentimen risk-off global.
Berdasarkan riset harian BRI Danareksa Sekuritas, tekanan pasar datang dari eskalasi konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran yang mendorong pelaku pasar global beralih ke aset safe haven.
Baca Juga: Prediksi IHSG Hari Ini saat Tekanan Perang Iran dan Utang Luar Negeri
Sebelumnya, bursa saham Wall Street ditutup di zona merah. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,05 persen ke level 48.977,92. Sementara itu, S&P 500 terkoreksi 0,43 persen ke level 6.878,88 dan Nasdaq turun 0,92 persen ke level 22.668,21.
Tekanan dari pasar global tersebut dinilai berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG. Pada perdagangan terakhir, IHSG ditutup stagnan di level 8.235 dengan aksi net foreign sell sebesar Rp802 miliar.
Analis BRI Danareksa menyebutkan bahwa pasar saat ini juga mencermati potensi kenaikan harga minyak dunia apabila terjadi gangguan distribusi di Selat Hormuz. Kondisi tersebut dapat meningkatkan tekanan inflasi global sekaligus mendorong kenaikan biaya produksi emiten.
Meski demikian, pelemahan IHSG diperkirakan relatif tertahan. Hal ini mengingat komposisi indeks yang cukup banyak dihuni saham berbasis komoditas yang berpotensi diuntungkan dari kenaikan harga energi dan emas.
Secara teknikal, IHSG memiliki area support terdekat di kisaran 8.150 hingga 8.100.
Untuk strategi perdagangan jangka pendek, BRI Danareksa merekomendasikan sejumlah saham pilihan yakni PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara
-
Arab Saudi Ubah Tarif Bea Masuk 51 Komoditas, Kemendag Minta Eksportir RI Tangkap Peluang
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin
-
Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar
-
Coffee Shop dan Ruang Tenang Bagi Gen Z: Bukan Lagi Sekadar Tempat Ngopi
-
5 Cara Cek Nomor Indosat Pakai Internet dan Tidak, Praktis dan Cepat
-
KPK Geledah Rumah Etik Suryani di Laweyan 1,5 Jam, Angkut 2 Koper
-
Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia
-
Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah