- Bitcoin fluktuatif di awal Ramadan 2026 dengan struktur pasar yang rapuh.
- Harga kripto tetap dominan dipengaruhi kebijakan The Fed dan likuiditas global.
- Tokocrypto tebar THR Rp250 juta dan fitur Gift Card untuk edukasi aset digital.
Suara.com - Memasuki bulan suci Ramadan 2026, pasar kripto kembali menjadi sorotan investor. Bukan karena lonjakan harga yang drastis, melainkan munculnya kembali pola volatilitas yang kerap dijuluki sebagai Ramadan Effect.
Berdasarkan data historis periode 2019–2025, Bitcoin menunjukkan tren unik dengan bergerak tajam di awal bulan, memasuki fase choppy (naik-turun tak menentu) di pertengahan, dan cenderung kehilangan tenaga saat mendekati Idul Fitri.
Berbeda dengan tahun-tahun bullish sebelumnya, Ramadan 2026 diawali dengan karakter pasar yang lebih rapuh. Alih-alih reli kuat, Bitcoin justru sempat mengalami koreksi tajam (flush) sebelum mencoba untuk rebound.
Data on-chain menunjukkan indikator campuran. Meski ada sinyal relief bounce karena melemahnya tekanan jual di bursa, aktivitas jaringan masih relatif rendah. Investor jangka pendek terpantau masih menanggung kerugian, membuat struktur permintaan belum sepenuhnya pulih.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengungkapkan adanya pergeseran perilaku ritel selama bulan puasa. Transaksi biasanya sepi di siang hari, namun kembali "meledak" pada malam hari setelah berbuka hingga waktu sahur.
"Ramadan bukan faktor utama penentu harga. Pasar tetap disetir likuiditas global, sentimen makro, dan kebijakan suku bunga The Fed. Namun, secara historis memang ada pola volatilitas yang berulang," ujar Calvin di Jakarta.
Ia mengingatkan investor untuk tidak terjebak narasi musiman semata. Dalam catatan lima tahun terakhir, Bitcoin bahkan pernah terkoreksi dalam saat Ramadan, seperti pada 2021 (-21,71%) dan 2022 (-16,00%).
Menyambut antusiasme pasar, Tokocrypto meluncurkan kampanye "Ramadan Makin Berkah, THR Melimpah" dengan total hadiah mencapai Rp250 juta. Program ini bertujuan meningkatkan literasi kripto melalui aktivitas edukatif dan fitur Gift Card untuk tradisi berbagi THR.
"Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya menarik dari sisi reward, tetapi juga mendorong pemahaman investasi kripto yang sehat dan bertanggung jawab," tutup Calvin.
Baca Juga: Gaji Rp3 Juta Harus Zakat Berapa? Begini Aturan Sesuai Syariat Islam
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari