Bisnis / Energi
Selasa, 03 Maret 2026 | 08:47 WIB
Direktur Utama PT PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra (kiri) menunjukkan fasilitas di stasiun pengisian bahan bakar hidrogen (SPBH) kepada Secretary Department of Climate Change, Energy,The Environment, and Water (DCCEEW) Australia David Fredericks (kanan). [Antara]
Baca 10 detik
  • PLN Indonesia Power memamerkan mobil Green Hydrogen di IIMS 2026 Jakarta untuk mendukung ekosistem energi bersih transportasi.
  • Hidrogen dinilai solusi potensial sebab pembakarannya hanya menghasilkan uap air, bukan emisi karbon berbahaya.
  • Pengembangan ekosistem hidrogen memerlukan sinergi semua pihak guna mempercepat dekarbonisasi sektor transportasi nasional.

Suara.com - Upaya mendorong energi bersih di sektor transportasi terus digaungkan. Salah satu solusi yang dinilai potensial adalah hidrogen, yang saat digunakan sebagai bahan bakar tidak menghasilkan emisi karbon dan hanya menghasilkan uap air.

Komitmen tersebut ditegaskan PLN Indonesia Power dalam partisipasinya di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang digelar di Jakarta International Expo pada 5–15 Februari 2026 lalu.

Dalam pameran otomotif tersebut, perusahaan menampilkan mobil Green Hydrogen sebagai bagian dari pengembangan ekosistem energi ramah lingkungan.

Officer Generation and Project Technology Development PLN Indonesia Power Dindi Wahyu Aldio menjelaskan bahwa sektor transportasi menyumbang sekitar seperempat emisi karbon dunia sehingga membutuhkan inovasi berkelanjutan.

Ilustrasi stasiun pengisian hidrogen atau HRS milik PLN. [Antara]

"Pengembangan hidrogen tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara industri, pemerintah, akademisi, dan masyarakat agar ekosistem ini tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan. PLN Indonesia Power telah memulai dari sisi produksi hingga infrastruktur pengisian, dan ke depan kami berharap semakin banyak pihak terlibat untuk bersama-sama menurunkan emisi karbon serta mewujudkan transportasi ramah lingkungan di Indonesia," ujar Dindi seperti dikutip, Selasa, (3/3/2026).

Menurut dia, hidrogen menjadi solusi potensial karena saat digunakan sebagai bahan bakar tidak menghasilkan emisi karbon dan hanya menghasilkan uap air. Hal ini menjadikannya salah satu kandidat kuat energi masa depan, terutama dalam upaya dekarbonisasi transportasi nasional.

Direktur Utama PLN Indonesia Power Bernadus Sudarmanta sebelumnya juga menegaskan pengembangan green hydrogen merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mendukung transformasi energi nasional.

"PLN Indonesia Power tidak hanya fokus pada penyediaan listrik, tetapi juga mengambil peran strategis dalam menghadirkan solusi energi bersih masa depan. Pengembangan green hydrogen menjadi salah satu pilar penting kami dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi dan industri, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional berbasis sumber daya domestik," jelasnya.

Dukungan terhadap inovasi kendaraan berbasis energi bersih juga disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka IIMS 2026.

Baca Juga: Jaga Kepercayaan Publik, 1.647 SPBU Pertamina Diperketat Pengawasan Mutunya

"IIMS menjadi wadah strategis untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, hingga masyarakat. Kami mendorong inovasi kendaraan berbasis energi bersih, termasuk hidrogen, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dalam pengembangan industri otomotif ramah lingkungan," kata Agus.

Selain menghadirkan mobil hidrogen, PLN Indonesia Power juga menampilkan dummy Hydrogen Refueling Station (HRS) serta pengembangan Solar PV sebagai bagian dari pembangunan ekosistem terintegrasi, mulai dari produksi energi hingga infrastruktur pengisian.

Sebagai subholding dari PT PLN (Persero), PLN Indonesia Power menegaskan pengembangan hidrogen hijau diproduksi dari energi terbarukan seperti tenaga surya dan panas bumi. Langkah ini sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060.

Load More