- Pejabat internal Trump mengakui tidak ada bukti intelijen mengenai rencana serangan Iran terhadap pasukan Amerika Serikat.
- Pengakuan ini disampaikan dalam pengarahan tertutup setelah AS dan Israel membombardir lebih dari seribu target Iran.
- Senator Ted Cruz mendesak Trump memanfaatkan kelemahan Iran untuk memicu perubahan rezim dalam waktu enam bulan.
Suara.com - Pengakuan internal dari dalam pemerintahan Presiden Donald Trump menggegerkan publik.
Dalam sebuah pengarahan tertutup dengan staf Kongres AS, pejabat pemerintah mengakui bahwa tidak ada bukti intelijen yang menunjukkan Iran berencana melakukan serangan perdana terhadap pasukan Amerika Serikat (AS).
Laporan yang dilansir dari Reuters pada Selasa (3/3/2026) ini meruntuhkan argumen utama yang digunakan Trump untuk membenarkan operasi militer ambisius yang dimulai sejak Sabtu lalu.
Pengakuan ini muncul tepat setelah AS dan Israel membombardir lebih dari 1.000 target di Iran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan menenggelamkan armada kapal perang Teheran.
Pengakuan di Forum Tertutup: Ancaman yang "Dipaksakan"?
Selama pengarahan yang berlangsung lebih dari 90 menit di Pentagon, para pejabat menekankan bahwa meskipun rudal balistik dan pasukan proksi Iran tetap menjadi ancaman, tapi tidak ditemukan data intelijen yang mendukung klaim bahwa Iran akan menyerang terlebih dahulu (pre-emptive strike).
Bisa disimpulkan bahwa Iran tidak pernah menargetkan AS sebagai sasaran mereka.
Sementara, beberapa kalangan mengaitkan perang dengan Iran sebagai upaya mengalihkan perhatian dari Epstein Files.
Hal ini sangat kontras dengan pernyataan publik pejabat senior pemerintah sehari sebelumnya, yang mengeklaim bahwa keputusan serangan diambil karena adanya indikasi ancaman mendesak terhadap pasukan AS di Timur Tengah.
Baca Juga: Garda Revolusi Iran Serang Tanker Minyak, Pasokan Energi Dunia Terancam Lumpuh
Partai Demokrat kini menuduh Trump sengaja memilih jalur kekerasan dan mengabaikan jalur diplomasi yang diupayakan mediator Oman.
Mereka menyebut operasi ini sebagai "perang pilihan" yang didasarkan pada klaim yang dilebih-lebihkan mengenai kemampuan rudal Iran.
Senator Republik asal Texas, Ted Cruz, memberikan pandangan yang berbeda saat berbicara dalam program "Face the Nation" di CBS.
Cruz mengeklaim bahwa program nuklir Iran sebenarnya sudah lumpuh sejak Operasi Midnight Hammer bulan Juni tahun lalu.
"Kami telah menghancurkan sebagian besar fasilitas itu tahun lalu menggunakan bom bunker-buster. Saya tidak melihat adanya indikasi mereka hampir mendapatkan senjata nuklir karena pengeboman kami saat itu sangat dahsyat," ujar Cruz.
Cruz mengakui bahwa dirinya mendesak Presiden Trump untuk memanfaatkan kelemahan bersejarah rezim Iran saat ini guna memicu perubahan rezim.
Berita Terkait
-
40 Anak Tewas di Minab Akibat Serangan: Cerita Warga Iran saat Serangan
-
Bintang Timnas Iran Mehdi Taremi Dikabarkan Ingin Angkat Senjata Bela Negara
-
Kekayaan Ali Khamenei Diduga Tembus Rp 3.400 Kuadriliun, Lebih Kaya dari Indonesia?
-
Khamenei Tewas Diserang AS, Menlu China Gelar Diplomasi Kilat dengan 3 Negara
-
Kesaksian Warga & Turis Saat Serangan Iran ke UEA: Ini Bukan Dubai
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari