- Konflik Timur Tengah: Penutupan Selat Hormuz hambat 25% pasokan impor minyak mentah Indonesia.
- Pemerintah alihkan sumber pasokan minyak dari Timur Tengah ke Amerika Serikat.
- Langkah ini diambil demi kepastian stok BBM nasional di tengah perang Iran-Israel.
Suara.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah yang berujung pada penutupan Selat Hormuz oleh Iran memaksa Pemerintah Indonesia bergerak cepat mengamankan pasokan energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan rencana strategis untuk mengalihkan sumber impor minyak mentah (crude oil) dari Timur Tengah ke Amerika Serikat.
Bahlil memaparkan bahwa saat ini sekitar 20 hingga 25 persen pasokan impor minyak mentah Indonesia sangat bergantung pada kawasan Timur Tengah. Dengan ditutupnya Selat Hormuz jalur nadi perdagangan minyak dunia distribusi pasokan tersebut dipastikan terhambat.
"Dari total impor crude kita dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20-25 persen. Selebihnya kita ambil dari Afrika, Angola, Amerika, kemudian dari beberapa negara lain seperti Brazil," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Situasi geopolitik global memanas menyusul serangan udara Israel ke fasilitas strategis Iran pada 28 Februari lalu, yang disusul konfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Bahlil mengakui bahwa ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel ini sulit diprediksi kapan akan mereda.
"Sekali lagi saya katakan bahwa ketegangan ini tidak bisa kita meramalkan kapan selesai. Bisa cepat, bisa lambat," imbuhnya.
Guna menghindari kelangkaan energi di dalam negeri, Kementerian ESDM menyiapkan skenario darurat dengan memperbesar porsi impor dari Negeri Paman Sam. Langkah ini diambil demi menjaga ketahanan stok BBM nasional agar tetap stabil di tengah badai konflik global.
"Skenarionya adalah sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari Middle East, sebagian kita alihkan untuk ambil di Amerika. Supaya apa? Ada kepastian ketersediaan crude kita," tegas Bahlil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
SiCepat Yakin Industri Logistik Bisa Tumbuh Dua Digit
-
Indonesia Ditinggal Investor, Singapura Jadi Bursa Saham Terbesar Asia Tenggara
-
AI Mulai Ubah Cara Anak Muda Trading Saham di Indonesia
-
Gen Z Makin Akrab dengan Paylater, Tapi Belum Disiplin Investasi
-
Siap-siap! Purbaya Mau Patuhi Perintah Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai
-
BM Emas Hadirkan Layanan Buyback Online untuk Permudah Pelanggan
-
Tugas BUMN Danantara Sumberdaya Indonesia Baru Pencatatan Ekspor
-
BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun
-
Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru
-
Pemerintah Beri Insentif Pajak 0 Persen Bagi Eksportir SDA, Ini Syaratnya