- Bahlil pastikan harga Pertalite tidak naik meski konflik Timur Tengah memanas.
- Konflik AS-Israel vs Iran sempat dorong harga minyak Brent ke USD 82,37 per barel.
- Pemerintah jamin stabilitas harga BBM agar masyarakat tenang jalani puasa & Lebaran.
Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan kabar sejuk di tengah memanasnya suhu geopolitik di Timur Tengah. Ia memastikan pemerintah belum memiliki rencana untuk mengerek harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, meski harga minyak mentah dunia tengah bergejolak.
Bahlil menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu cemas terhadap fluktuasi harga minyak global yang dipicu oleh konflik terbuka antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Menurutnya, harga BBM subsidi seperti Pertalite akan tetap dipatok pada harga saat ini.
"Kalau harga yang disubsidi, yang bensin, Pertalite, itu mau naik berapapun tetap harganya sama. Sebelum ada perubahan dari pemerintah," tegas Bahlil dalam konferensi pers di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas serangan udara Israel ke fasilitas strategis Iran pada 28 Februari 2026, yang disusul konfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei oleh AS. Eskalasi ini sempat mendorong harga minyak mentah Brent menyentuh level USD 82,37 per barel.
Meski demikian, Bahlil menjelaskan bahwa mekanisme harga di Indonesia terbagi dalam dua skema. Sementara BBM subsidi dijaga ketat oleh pemerintah, BBM nonsubsidi tetap akan bergerak mengikuti dinamika pasar atau bersifat fluktuatif.
"Berdasarkan dinamika harga pasar yang ada, yang sudah terjadi sebelumnya," jelasnya terkait penyesuaian harga BBM nonsubsidi ke depan.
Menutup keterangannya, mantan Menteri Investasi ini meminta masyarakat untuk tetap tenang menjalankan aktivitas ibadah, mengingat situasi ini bertepatan dengan momentum penting bagi umat Muslim.
"Jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, Insya Allah belum ada kenaikan harga BBM," pungkas Bahlil.
Baca Juga: Efek Domino Perang Timur Tengah: Industri Otomotif Indonesia Terancam Rugi Bandar
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu Terdekat di Jakarta
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Kedubes AS Diserang, Cristiano Ronaldo Tinggalkan Arab Saudi
-
Bukan Cuma Bupati! KPK Masih Kejar Sosok Penting Lain Terkait OTT Pekalongan
-
Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
Terkini
-
OJK Ungkap Banyak Masyarakat Masih Tertipu Pinjol Ilegal
-
Gawat! Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp98,54 Triliun, Kredit Macet Mulai Menghantui
-
Diproyeksi Tumbuh 7%, Perusahaan Asuransi Mulai Siapkan Ribuan Agen Hadapi Aturan Baru
-
OJK Keluarkan 3 Jurus Hadapi Ancaman Perang AS-Iran
-
Cara Harita Nickel Gerakkan Roda Ekonomi Kerakyatan
-
Kilau Berkah Ramadan: Tring! by Pegadaian Hadirkan Festival Seru di 10 Kota Besar Indonesia
-
Perang Iran-AS Terus Bergulir, IHSG Makin Merosot ke Level 7.939
-
Airlangga Belum Bisa Pastikan Dampak Iran Vs AS-Israel ke Stok BBM
-
Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp16.872
-
Cara Hitung THR PPPK dan PPPK Paruh Waktu, Ini regulasinya