- BEI dan KSEI meluncurkan data kepemilikan saham perusahaan di atas 1 persen pada Selasa sore (3/3/2026) berdasarkan mandat OJK.
- Kebijakan ini meningkatkan transparansi pasar modal dari sebelumnya hanya memantau saham kepemilikan di atas 5 persen.
- Investor dapat mengakses data kepemilikan saham baru tersebut melalui situs resmi IDX, laporan bulanan, atau aplikasi sekuritas terintegrasi.
1. Melalui Portal Resmi Bursa Efek Indonesia (IDX)
Cara paling otoritatif adalah dengan mengunjungi situs web www.idx.co.id. Investor dapat menavigasi menu "Data Pasar" kemudian memilih sub-menu "Data Saham".
Di sana, Anda tinggal memasukkan kode emiten yang ingin diperiksa. Data kepemilikan di atas 1 persen biasanya akan tercantum dalam bagian laporan kepemilikan saham atau pada kolom keterbukaan informasi terbaru.
2. Memanfaatkan Laporan Keterbukaan Informasi Bulanan
Setiap perusahaan publik kini diwajibkan untuk melaporkan data kepemilikan saham di atas 1 persen secara rutin. Data ini umumnya disajikan dalam format dokumen digital seperti Excel (.xlsx) atau PDF.
Anda dapat mengunduh dokumen tersebut di bagian "Keterbukaan Informasi" pada situs IDX guna melakukan analisis data yang lebih mendalam secara mandiri.
3. Penggunaan Aplikasi Sekuritas dan Platform Investasi
Di era digital ini, banyak aplikasi sekuritas yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK, seperti Stockbit atau RTI Business, yang mulai mengintegrasikan ringkasan struktur pemegang saham (shareholder structure) ke dalam profil emiten mereka.
Hal ini memudahkan investor muda untuk melakukan pengecekan cepat tanpa harus berpindah platform.
Baca Juga: IHSG Bisa Loyo Perdagangan Besok, Ini Saham-saham yang Bisa Dibidik
Penyajian data secara terstruktur ini memiliki misi besar untuk memberikan gambaran yang transparan mengenai peta kepemilikan emiten kepada investor dan pemangku kepentingan lainnya.
Langkah ini merupakan bagian dari reformasi pasar modal yang berkelanjutan demi memperkuat tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) di Indonesia.
BEI dan KSEI berkomitmen untuk terus meningkatkan standar keterbukaan informasi agar sejalan dengan Global Best Practice. Dengan memperdalam kualitas data pasar, bursa berupaya menciptakan ekosistem perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien.
Penurunan batas informasi dari 5 persen ke 1 persen ini juga diharapkan dapat meminimalisir praktik-praktik manipulasi pasar yang sering kali bersembunyi di balik nama-nama pemegang saham kecil yang terpecah namun terafiliasi.
Berita Terkait
-
Indeks Saham AS Merosot Secara Massal Imbas Konflik dengan Iran
-
BEI Buka Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen
-
Perang Iran-AS Terus Bergulir, IHSG Makin Merosot ke Level 7.939
-
Perkuat Ekosistem Trading, Perusahaan Broker Global Tempuh Jalan Transformasi
-
IHSG Naik Tipis Pada Sesi I di Tengah Badai Timur Tengah, 394 Saham Hijau
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
AS dan Iran Saling Gempur 8 Malam Berturut-turut, Harga Minyak Melonjak Tajam!
-
Mengapa Produk 'Tanpa Bahan Kimia' Kini Jadi Ladang Bisnis Menjanjikan
-
Prediksi Pencetak Gol Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina
-
Perseteruan Wakil Rakyat, Polda Riau Turun Tangan Periksa CCTV
-
Keciduk CCTV! Pria di Tambora Gasak Motor Teknisi WiFi yang Kuncinya Tergantung Demi Biaya Hidup
-
Analisis Taktik Mendalam Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina
-
Beri Kail Bukan Ikan: Inspirasi Cinta Laura Biayai Kuliah Asisten Pribadinya
-
Tahan untuk Beli, Harga Emas Antam Berpotensi Naik Pekan Depan
-
Tiki-Taka vs Sihir Messi: Prediksi Pertarungan Sengit Final Spanyol vs Argentina
-
Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z