- Syarat slip gaji jadi hambatan utama 55% pekerja informal RI sulit akses KPR.
- SMF sebut sistem bank masih bergantung pada bukti penghasilan formal.
- Kebijakan pembiayaan rumah perlu adil bagi pekerja non-formal tanpa slip gaji.
Suara.com - Memiliki rumah pribadi tampaknya masih menjadi mimpi yang sulit digapai bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mengungkapkan, ganjalan terbesar bukan hanya soal harga hunian yang terus melambung, melainkan syarat administrasi perbankan yang kaku.
Kepala Divisi Riset Ekonomi SMF sekaligus Chief Economist, Martin Daniel Siyaranamual menyebut, sistem penyaluran kredit perbankan saat ini masih "mendewakan" bukti penghasilan formal atau slip gaji. Padahal, mayoritas tenaga kerja di Tanah Air tidak memilikinya.
"Bicara soal penyaluran kredit, itu bicara soal slip gaji," ujar Martin kepada wartawan, dikutip Jumat (6/3/2026).
Martin menjelaskan, kemudahan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) saat ini hanya dinikmati oleh segelintir orang yang berstatus pekerja formal. Sementara itu, potret besar tenaga kerja Indonesia justru menunjukkan kondisi sebaliknya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, pekerja formal yang memiliki slip gaji hanya mencakup 45 persen dari total angkatan kerja. Sisanya, sebanyak 55 persen adalah pekerja informal.
"Siapa yang punya slip gaji? Kita yang ada di ruangan ini (pekerja formal). Kita bukan yang mayoritas. Mayoritas dari pekerja di Indonesia adalah pekerja informal. Tidak punya slip gaji," tegasnya.
Realita di lapangan menunjukkan perbankan jauh lebih "sumringah" saat menyambut calon debitur dengan status pekerjaan yang jelas di perusahaan ternama. Kepastian pendapatan bulanan menjadi jaminan utama bagi bank untuk menekan risiko kredit macet.
"Masuk ke bank, ditawarin kredit, bank happy. 'Oh kerja di mana Pak? Kompas, CNN, CNBC. Oh ya.' Ada slip gaji, ada," tambah Martin.
Kesenjangan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dalam merancang kebijakan pembiayaan perumahan. Tanpa adanya terobosan yang mengakomodasi pekerja tanpa slip gaji—seperti pedagang pasar, pengemudi daring, hingga pekerja lepas—backlog perumahan di Indonesia diprediksi akan sulit teratasi.
Baca Juga: WNI Terjebak 'Kerja Paksa' di Taiwan: Saat Luka Sembuh Namun Utang Abadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL