- Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan hunian vertikal Meikarta akan menjadi rumah susun subsidi terbesar di Indonesia.
- Proyek tersebut direncanakan menyediakan total 141.000 unit rumah subsidi yang dibangun di tiga lokasi berbeda.
- Kepastian hukum proyek telah dikonsultasikan dan dinyatakan dapat dilanjutkan setelah diskusi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Suara.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyebut proyek hunian vertikal di Meikarta akan menjadi rumah susun (rusun) subsidi terbesar di Indonesia.
Proyek tersebut direncanakan memiliki total 42 tower dengan kapasitas ratusan ribu unit.
“Karena itu ada tiga tower, tiga lokasi. Satu lokasi ada sekitar 18 tower ya? 18 tower. 18 tower, setiap tower 30 lantai,” ujar Maruarar di Kantor Kementerian PKP, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, setiap lokasi akan dibangun dengan konsep hunian vertikal berskala besar. Dari tiga lokasi yang disiapkan, total unit yang akan tersedia diperkirakan mencapai 141.000 unit rumah subsidi.
“Dan setiap lokasi itu ada 47.000 unit. Kalau tiga itu berarti 141.000 unit. Nah, itu sudah pasti rumah susun subsidi terbesar di Indonesia,” ucapnya.
Maruarar mengatakan, proyek Meikarta tersebut akan menyediakan beberapa tipe hunian, mulai dari satu kamar hingga tiga kamar, untuk menjangkau kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan perkotaan.
“Setiap tower 30 lantai. Ada tiga jenis, satu kamar, dua kamar, tiga kamar,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan rusun subsidi di Meikarta dinilai lebih efisien dibandingkan pembangunan rumah tapak, terutama dari sisi pemanfaatan lahan di wilayah perkotaan.
“Nah kalau itu rumahnya rumah tapak, itu mungkin 1.000 hektar juga enggak cukup,” ucap Maruarar.
Baca Juga: Persiapan Gentengisasi, Menteri PKP Bakal Temui Pengusaha Genteng di Majalengka
Maruarar menegaskan, proyek tersebut akan memanfaatkan lahan tidur dengan luas terbatas, namun mampu menampung hunian dalam jumlah besar. Dari total rencana pembangunan, lahan yang digunakan hanya sekitar 11 hingga 30 hektare.
“Karena itu akan hanya memanfaatkan lahan tidur. Hanya 11 hektar, 30 hektar, tapi bisa buat 141.000 unit,” tuturnya.
Untuk memastikan kepastian hukum, Maruarar mengaku telah melakukan konsultasi langsung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. Hasilnya, proyek tersebut dinyatakan dapat dilanjutkan secara hukum.
“Kita juga sudah datang ke KPK, tanya ke KPK secara hukum apakah bisa dibangun. Saya datangin langsung dan diskusi,” ucapnya.
Menurut Maruarar, kepastian hukum tersebut penting bagi seluruh pihak, mulai dari masyarakat calon penghuni, pengembang, hingga perbankan yang terlibat dalam pembiayaan.
“Kepastian hukum kepada siapa? Kepada masyarakat yang mau beli, kepada juga developer, juga kepada perbankan,” katanya.
Selain itu, Maruarar menekankan lokasi rusun subsidi Meikarta memiliki akses yang relatif dekat dengan fasilitas publik dan kawasan industri. Hal ini dinilai penting untuk mendukung mobilitas dan aktivitas penghuni.
“Ke tempat ibadah rata-rata 10 menit, ke sekolah 10 menit, ke pasar 10 menit, ke rumah sakit 10 menit, dan ke kawasan industrinya juga kurang lebih 10 menit,” ujarnya.
Maruarar menyatakan, proyek rusun subsidi Meikarta juga akan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga pembiayaan negara dan BUMN, guna memastikan realisasi pembangunan berjalan sesuai rencana.
Berita Terkait
-
Menteri PKP Berikan Apresiasi untuk Ruang Pintar PNM Hasil Kolaborasi dengan PT SMF
-
Kementerian PKP Ajak Masyarakat Kenali Program Perumahan Lewat CFD Sudirman
-
Prabowo Bakal Hadiri Peluncuran 25 Ribu Rumah Subsidi di Bogor, Bunga KPR Tetap 5 Persen
-
Pemerintah dan Ratusan Pengusaha Bakal Berkumpul Bahas Kebijakan Sektor Perumahan
-
HIPMI Didorong Manfaatkan KUR Perumahan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun