- PT SMF mengajukan tambahan PMN Rp5,39 triliun pada 2026 guna mendukung pembiayaan FLPP sekitar 220 ribu unit rumah.
- Total dana penyaluran KPR FLPP yang disiapkan SMF tahun 2026 sekitar Rp9 triliun dari berbagai sumber pendanaan.
- Kebutuhan PMN SMF dihitung berdasarkan 25 persen dari target pembiayaan pemerintah melalui komposisi ekuitas dan surat utang.
Suara.com - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) mengajukan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp5,39 triliun pada 2026 untuk mendukung pembiayaan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Direktur Keuangan dan Operasional SMF, Bonai Subiakto, mengatakan, usulan PMN tersebut masih dalam tahap pengajuan dan belum menjadi keputusan final pemerintah.
"Sampai saat ini kami masih menggunakan dasar-dasar hitungan yang kita lakukan sebelumnya. Jadi PMN kita di tahun ini kurang lebih 5,4 triliun ya? Betul ya? 5,39 ya, 5,39 triliun tahun ini," kata Bonai di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan, kebutuhan PMN tersebut dihitung berdasarkan asumsi penyaluran KPR FLPP pada 2026 yang diproyeksikan mencapai sekitar 220 ribu unit rumah.
"Namun ini baru berupa pengajuan ya, belum berupa putusan. Itu dengan asumsi kita tetap di, kalau enggak salah 220 ribu unit untuk KPR FLPP," ujarnya.
Dalam skema pembiayaan tersebut, SMF akan menyiapkan dana sekitar Rp9 triliun untuk mendukung penyaluran KPR FLPP pada tahun depan.
"Jadi kebutuhan KPR FLPP untuk tahun ini SMF itu menyediakan dana kurang lebih 9 triliun," ucapnya.
Dana tersebut tidak sepenuhnya berasal dari PMN. Sebagian akan dipenuhi dari sumber pendanaan internal perusahaan, termasuk melalui penerbitan surat utang di pasar modal.
"Yang akan ditutup dari PMN 5,4 dan kurang lebih 4,2 kami menggunakan dana sendiri, baik dari pasar modal ataupun sumber dana lainnya," kata Bonai.
Baca Juga: Rasio Kredit Bermasalah KPR Meningkat, SMF Sebut Bukan karena Tenor Diperpanjang hingga 30 Tahun
SMF sendiri memiliki peran sebagai lembaga pembiayaan sekunder perumahan yang mendukung likuiditas pembiayaan KPR di Indonesia, termasuk dalam program perumahan subsidi pemerintah.
Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF, Heliantopo, mengatakan, porsi pembiayaan yang disediakan SMF dalam program FLPP umumnya sekitar 25 persen dari total target pembiayaan pemerintah.
"Nah, berarti nanti mekanismenya itu pemerintah menargetkan dulu nih jumlah rumahnya. Misalnya 350 ribu, 500 ribu atau berapa. Nah nanti dari jumlah itu kami akan menghitung, kira-kira 25 persen yang harus disediakan SMF berapa," ungkapnya.
Ia menambahkan, kebutuhan PMN dihitung berdasarkan komposisi pendanaan antara ekuitas dan penerbitan surat utang yang digunakan untuk membiayai porsi tersebut.
"Nah dari 25 persen itu, nanti ada porsi blended, porsi ekuitas yang dari PMN, dan ada juga porsi penerbitan surat utang," ujar Heliantopo.
Menurut dia, besaran PMN yang diajukan SMF selalu mengikuti rencana dan target program perumahan yang ditetapkan pemerintah setiap tahunnya.
"Jadi dihitung mundur tuh. Dari target pemerintah, nah dari situ eh 25 persennya, dari 25 persennya eh ada porsi, komposisi blended antara ekuitas atau PMN dengan penerbitan surat utang," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Pembiayaan Haji Bank Muamalat Naik 2,5 Kali Lipat, Ini Pendorongnya
-
Perusahaan Pembiayaan Ini Klaim Sudah Gelontorkan Rp1,62 T ke Sektor Ekonomi Hijau
-
Bank Mega Syariah Tumbuh 25% Saat Kredit Nasional Melambat ke 7,36%
-
Bos OJK: Ada Tiga Cara Perkuat Pasar Modal Indonesia, Ini Kuncinya
-
Adira Finance Dapet Dana Jumbo USD 100 Juta dari MUFG Singapura, Buat Apa?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun
-
Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus
-
Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa