- Kepala Ekonom Permata Bank memprediksi rupiah melemah karena ketidakpastian politik Iran pasca pergantian pemimpin.
- Bank Indonesia telah melakukan stabilisasi pasar untuk meredam gejolak pelemahan rupiah akibat tekanan eksternal.
- Cadangan devisa Indonesia yang kuat dapat menjadi bantalan, namun efektivitasnya bergantung meredanya ketegangan geopolitik global.
Ia menambahkan bahwa cadangan devisa Indonesia masih tergolong kuat, tetapi efektivitasnya akan jauh lebih besar apabila ketegangan geopolitik global mulai mereda.
Harga Minyak Berpotensi Tetap Tinggi
Selain nilai tukar, Josua juga menyoroti potensi lonjakan harga minyak dunia. Ia menilai harga minyak kemungkinan akan tetap tinggi selama gangguan di Selat Hormuz dan serangan terhadap fasilitas energi di kawasan Timur Tengah belum mereda.
Dalam kondisi tersebut, harga minyak berpotensi bertahan di atas 100 dolar AS per barel dan tetap bergerak sangat fluktuatif. Bahkan pasar sempat menguji kisaran harga hingga 120 dolar AS per barel.
Menurutnya, dampak konflik ini bisa berlangsung cukup lama karena pemulihan distribusi dan produksi energi tidak dapat dilakukan secara cepat.
Bagi Indonesia, dampak terhadap inflasi dalam jangka pendek kemungkinan masih relatif tertahan karena pemerintah berencana menambah subsidi energi serta belum akan menaikkan harga bahan bakar bersubsidi setidaknya hingga periode Lebaran.
Namun jika konflik berlangsung lama, tekanan biaya pada sektor transportasi, logistik, pangan, serta barang impor berpotensi meningkat.
“Namun bila konflik berkepanjangan, tekanan akhirnya akan merambat ke biaya angkutan, logistik, pangan, dan barang impor, sehingga daya beli rumah tangga melemah dan tekanan harga domestik meningkat. Risiko ini perlu diwaspadai karena inflasi Februari 2026 sudah tercatat 4,76 persen,” kata Josua.
(Antara)
Baca Juga: Tiga Kali Dikhianati? Ini Kronologi Retaknya Diplomasi ASIran
Berita Terkait
-
Tiga Kali Dikhianati? Ini Kronologi Retaknya Diplomasi ASIran
-
1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran
-
Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia
-
China akan Lakukan Apa yang Diperlukan untuk Lindungi Keamanan Energi
-
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Bagaimana Majelis Khobregan Menentukannya?
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
BRI Dorong Inklusi Keuangan dan UMKM Lewat Teras Kapal di 4 Wilayah Kepulauan
-
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris PT Telkom
-
Borong Penghargaan HR Asia 2026, PT Pegadaian Jadi Best Company to Work For in Asia untuk ke-8 Kali
-
Dorong Kenyamanan Wisata Bali, BTN Ekspansif Dorong Bale Untuk Permudah Transaksi
-
RUPS PT Telkom Setujui Dividen Rp21,9 Triliun dan Buyback Saham Rp4 Triliun
-
Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI
-
OJK dan CFX Dorong Inovasi dan Regulasi Adaptif di Industri Aset Kripto
-
CFX Gandeng Sejumlah Perguruan Tinggi Perkuat Literasi Aset Kripto dan Blockchain Nasional
-
IDRX: Stablecoin Rupiah Penting untuk Menjaga Kedaulatan Digital Indonesia
-
Regulasi Kripto Sudah di Level UU, DPR Sebut Indonesia Selangkah Lebih Maju