- Kedutaan Iran merilis data korban jiwa sipil lebih dari 1.300 syahid dan 9.669 target sipil rusak akibat serangan AS dan Israel sejak 28 Februari 2026.
- Serangan pada hari keenam menargetkan kapal perang Iran Dena di perairan internasional, menewaskan 104 personel saat menuju India.
- Iran menuduh AS dan Israel melanggar hukum internasional dengan menyerang infrastruktur vital, termasuk bandara dan fasilitas penyulingan air.
Suara.com - Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia mengungkapkan total korban jiwa serta kerusakan akibat dampak serangan Amerika Serikat dan Israel yang disebut berlangsung sejak Sabtu, 28 Februari 2026, pagi, bertepatan dengan 10 Ramadan 1447 Hijriah.
Tercatat hingga saat ini, lebih dari 1.300 anak-anak dan warga sipil disebut telah menjadi syahid. Selain itu, 9.669 target sipil dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk 7.943 unit rumah tinggal, 1.617 pusat perdagangan dan layanan, 32 pusat medis dan farmasi, 65 sekolah dan fasilitas pendidikan, 13 bangunan Perhimpunan Bulan Sabit Merah, serta sejumlah infrastruktur penyediaan energi.
Selain korban sipil, Iran juga melaporkan adanya serangan terhadap kapal perang mereka. Pada hari keenam agresi terhadap Iran, Amerika Serikat dan Israel disebut melakukan serangan terhadap kapal perang Iran Dena pada jarak lebih dari 2.000 mil laut dari pantai Iran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan 104 personel tewas.
"Kapal perang yang tidak bersenjata ini melakukan perjalanan ke India atas undangan resmi Angkatan Laut India untuk mengikuti sebuah program pelatihan, namun tanpa peringatan apa pun, kapal tersebut menjadi sasaran serangan di perairan internasional, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional," tulis Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia.
Kedutaan Iran menyebut tindakan tersebut bukan hanya sebuah kejahatan serius, tetapi juga memperluas eskalasi konflik.
"Tindakan AS tersebut bukan hanya merupakan sebuah kejahatan yang mengerikan, tetapi juga memperluas lingkup perang melampaui wilayah pesisir Iran serta mengancam keamanan pelayaran internasional," tulis Kedutaan Besar Republik Islam Iran.
Selain itu, Iran juga menuding adanya serangan terhadap sejumlah infrastruktur vital, termasuk bandara sipil, pesawat penumpang, serta fasilitas penyulingan air laut di Pulau Qeshm.
Iran menyebut serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional.
"Kejahatan yang akan membawa konsekuensi berat bagi para pelakunya," tulis Kedutaan Besar Republik Islam Iran.
Baca Juga: Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia
Berita Terkait
-
Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia
-
China akan Lakukan Apa yang Diperlukan untuk Lindungi Keamanan Energi
-
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Bagaimana Majelis Khobregan Menentukannya?
-
Pertanyakan Status Siaga 1 TNI, Peneliti UGM Soroti Potensi Pelemahan Demokrasi
-
Palestina Merdeka Harus Jadi Jangkar Diplomasi, Maksimalkan Peluang di Board of Peace
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027
-
Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang
-
Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas
-
Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan
-
Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!
-
Tumbal Terakhir