- Iran menyatakan hilangnya kepercayaan pada Amerika Serikat akibat tiga kali pengkhianatan dalam proses diplomasi terkini.
- Tiga pengkhianatan tersebut meliputi penarikan sepihak dari JCPOA, serta dua serangan pada Juni 2025 dan Februari 2026.
- Teheran menegaskan hak membela diri atas agresi dan akan terus menjaga hubungan baik dengan negara kawasan lain.
Suara.com - Republik Islam Iran menyatakan tidak lagi menaruh kepercayaan kepada Amerika Serikat (AS). Sikap tersebut diambil karena Iran menilai AS kerap mengkhianati proses diplomasi yang telah disepakati.
Melalui keterangan pers Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Iran menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang kepercayaan terhadap AS dalam proses diplomasi.
"Akibat pengkhianatan berulang Amerika Serikat dalam proses perundingan dengan Iran, tidak ada lagi kepercayaan dari pihak Iran untuk melanjutkan diplomasi dengan negara tersebut," tulis Kedubes.
Iran menyebut Amerika Serikat telah tiga kali mengkhianati proses diplomasi dan negosiasi dengan Republik Islam Iran.
Pertama, penarikan sepihak Amerika Serikat pada masa pemerintahan Donald Trump dari perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2018.
Kedua, serangan terhadap Iran pada Juni 2025 yang terjadi di tengah proses perundingan dengan Amerika Serikat, sebelum putaran keenam perundingan.
Ketiga, serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 setelah putaran kedua perundingan dengan Amerika Serikat.
"Kami senantiasa berkomitmen pada perdamaian yang berkelanjutan di kawasan, namun dalam membela kehormatan dan kedaulatan kami, kami tidak akan pernah ragu," tulis Kedubes.
Merujuk pada berbagai pelanggaran berat terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, hukum internasional, hak asasi manusia, dan hukum humaniter internasional oleh Amerika Serikat dan Israel, Iran menyatakan mengutuk tindakan agresi terhadap integritas wilayahnya.
Baca Juga: 1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran
Republik Islam Iran juga menegaskan haknya untuk melakukan pembelaan diri sebagai respons terhadap serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
"Iran menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan seluruh kemampuan dan kapasitasnya untuk menghadapi agresi kriminal ini hingga agresi tersebut dihentikan, atau hingga Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjalankan tugasnya sesuai Pasal 39 Piagam PBB, yakni mengidentifikasi para agresor dan menetapkan tanggung jawab atas tindakan agresi mereka," tulis Kedubes.
Iran menyatakan operasi pertahanannya ditujukan terhadap target dan fasilitas yang menjadi sumber serta titik awal tindakan agresif terhadap rakyat Iran atau yang mendukung tujuan tersebut.
Selain itu, Iran menegaskan tetap berkomitmen menjaga hubungan persahabatan dengan negara-negara kawasan berdasarkan prinsip saling menghormati, hubungan bertetangga yang baik, serta penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing.
Iran juga menegaskan bahwa operasi pertahanannya terhadap pangkalan dan instalasi militer Amerika Serikat di kawasan tidak dimaksudkan sebagai permusuhan terhadap negara-negara di kawasan tersebut.
"Negara-negara kawasan tentu telah menyadari bahwa keberadaan pangkalan militer Amerika di wilayah mereka tidak hanya gagal memberikan kontribusi bagi keamanan kawasan, tetapi justru digunakan untuk mendukung rezim Zionis yang membunuh anak-anak dan agresor Amerika," tulis Kedubes.
Berita Terkait
-
1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran
-
Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia
-
China akan Lakukan Apa yang Diperlukan untuk Lindungi Keamanan Energi
-
Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Bagaimana Majelis Khobregan Menentukannya?
-
Pertanyakan Status Siaga 1 TNI, Peneliti UGM Soroti Potensi Pelemahan Demokrasi
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Tumbal Terakhir
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo