- Harga emas Antam per 10 Maret 2026 mencapai Rp 3.047.000 per gram dan harga buyback Rp 2.802.000 per gram.
- Harga emas dunia naik tipis akibat ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah mendorong permintaan aset safe-haven.
- Investor menantikan data inflasi Amerika Serikat serta kebijakan suku bunga The Fed yang dijadwalkan Maret 2026.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 10 Maret 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 3.047.000 per gram.
Harga Emas Antam itu pada Senin kemarin mengalami perubahan dari Rp 3.004.000 menjadi Rp 3.039.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu menguat Rp 8.000 dibandingkan Senin, 9 Maret 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.802.000 per gram.
Harga buyback itu juga melonjak Rp 14.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.577.434
- Emas 1 Gram Rp 3.054.618
- Emas 2 gram Rp 5.962.870
- Emas 3 gram Rp 9.048.565
- Emas 5 gram Rp 15.047.525
- Emas 10 gram Rp 30.039.913
- Emas 25 gram Rp 74.973.968
- Emas 50 gram Rp 149.868.738
- Emas 100 gram Rp 299.659.280
- Emas 250 gram Rp 748.882.538
- Emas 500 gram Rp 1.497.554.550
- Emas 1.000 gram Rp 2.995.069.000
Harga Emas Dunia Mulai Naik
Harga emas dunia bergerak naik tipis pada perdagangan awal Asia, Selasa (10/3/2026). Kenaikan logam mulia ini didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Turun Signifikan Hari Ini
Mengacu pada laporan FXStreet, harga emas spot (XAU/USD) diperdagangkan di sekitar USD 5.140 per troy ounce pada sesi awal perdagangan Asia.
Ketegangan geopolitik masih menjadi faktor utama yang menopang harga emas. Konflik di Timur Tengah yang belum sepenuhnya mereda membuat investor tetap memburu aset aman seperti emas.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal bahwa perang Iran kemungkinan segera berakhir setelah konflik di kawasan tersebut memasuki hari ke-11. Meski demikian, situasi di lapangan masih menyisakan ketidakpastian.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian pasar adalah kondisi Selat Hormuz yang masih tertutup secara efektif. Situasi ini membuat sejumlah produsen minyak utama di kawasan Teluk Persia, termasuk Arab Saudi, terpaksa mengurangi produksi.
Ketidakpastian tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Kondisi ini pada akhirnya mendorong investor untuk mengalihkan sebagian portofolionya ke aset safe-haven seperti emas.
Di sisi lain, konflik tersebut juga memicu kekhawatiran meningkatnya tekanan inflasi di Amerika Serikat. Jika inflasi meningkat, maka bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
Terkini
-
Jumlah Bank Bangkrut Bertambah Lagi, Ini Daftarnya Sepanjang Tahun 2026
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.887
-
Jelang Panen Raya, KBI Perkuat Sistem Resi Gudang untuk Tahan Harga Gabah
-
IHSG Mulai Menghijau Selasa Pagi, Cek Saham-saham Pilihan
-
Harga Emas Pegadaian Turun Signifikan Hari Ini
-
Ishizuka Maspion Resmi Operasikan PLTS Atap di Surabaya
-
Bank Jago Sulap Tirai Warteg Ramadan Jadi Lahan Cuan UMKM
-
Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik: Saya Cukup Pintar Kok!
-
Bursa Saham AS Berbalik Menguat di Tengah Anjloknya Harga Minyak Dunia
-
Cara Hemat Pulang Kampung Tanpa Bikin Dompet Bolong