- OJK menyatakan kinerja perbankan triwulan I-2026 solid meski ada tekanan inflasi, berdasarkan survei Januari 2026.
- Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) positif, namun Ekspektasi Makroekonomi (IKM) pesimistis karena inflasi dan nilai tukar.
- Risiko perbankan terkendali, kualitas kredit terjaga, dan pertumbuhan kredit didorong utama oleh sektor industri pengolahan.
Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana, perbankan juga memperkirakan DPK akan terus tumbuh guna mendukung ekspansi kredit sekaligus menjaga likuiditas.
Meski demikian, Dian menekankan bahwa industri perbankan tetap mencermati risiko global yang berpotensi memengaruhi perekonomian domestik.
Menurutnya, ketidakpastian global masih tinggi, terutama dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini bahkan memicu tekanan di pasar saham Asia akibat aksi panic selling investor.
“Hasil survei ini menunjukkan responden memiliki perhatian besar terhadap kondisi global yang berkepanjangan dan berpotensi memburuk, serta implikasinya terhadap kinerja ekonomi Indonesia,” ujarnya.
Belajar dari berbagai krisis sebelumnya, lanjut Dian, kondisi global yang penuh tantangan harus dimanfaatkan untuk memperkuat reformasi di berbagai sektor ekonomi.
Ia menilai, kebijakan ekonomi perlu dirumuskan secara terpadu dan selaras agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia pada 2026 diperkirakan tetap tumbuh solid. Hal ini didukung oleh stimulus fiskal, kebijakan moneter yang akomodatif, serta konsumsi rumah tangga dan sektor manufaktur yang masih menjadi motor utama pertumbuhan.
Di sisi lain, mayoritas bank juga optimistis bahwa kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada triwulan I-2026 akan terus tumbuh dengan porsi yang meningkat terhadap total kredit perbankan.
Baca Juga: Ini Alasan Komisi XI Pilih Friderica Widyasari Dewi Menjabat Ketua OJK yang Baru
Berita Terkait
-
SMBC Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp 506 Miliar di 2025
-
Eks Bendahara TPN Ganjar-Mahfud Lolos Seleksi Bos OJK
-
OJK: Laporan Penipuan Tembus 13.130 Kasus Selama Ramadan, Dana Masyarakat Hilang Miliaran
-
2 Bos Danantara Masuk Bursa Calon Bos OJK, Siapa Saja?
-
Tidak Ada dari Parpol, Berikut 20 Nama yang Lolos Calon Anggota Komisioner OJK
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
IHSG Melonjak ke Level 5.960 Jumat Pagi, Investor Serbu Saham-Saham Ini
-
Opsi Jual Terbuka, Harga Buyback Emas Antan Melonjak Jadi Rp2,45 Juta/Gram
-
Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO
-
Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman
-
Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu
-
Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS
-
Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS
-
KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah
-
Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional
-
Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T