Bisnis / Keuangan
Kamis, 12 Maret 2026 | 09:48 WIB
Ilustrasi bank. [Pixabay]
Baca 10 detik
  • OJK menyatakan kinerja perbankan triwulan I-2026 solid meski ada tekanan inflasi, berdasarkan survei Januari 2026.
  • Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) positif, namun Ekspektasi Makroekonomi (IKM) pesimistis karena inflasi dan nilai tukar.
  • Risiko perbankan terkendali, kualitas kredit terjaga, dan pertumbuhan kredit didorong utama oleh sektor industri pengolahan.

Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana, perbankan juga memperkirakan DPK akan terus tumbuh guna mendukung ekspansi kredit sekaligus menjaga likuiditas.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. [Suara.com/Rina Anggraeni]

Meski demikian, Dian menekankan bahwa industri perbankan tetap mencermati risiko global yang berpotensi memengaruhi perekonomian domestik.

Menurutnya, ketidakpastian global masih tinggi, terutama dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini bahkan memicu tekanan di pasar saham Asia akibat aksi panic selling investor.

“Hasil survei ini menunjukkan responden memiliki perhatian besar terhadap kondisi global yang berkepanjangan dan berpotensi memburuk, serta implikasinya terhadap kinerja ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Belajar dari berbagai krisis sebelumnya, lanjut Dian, kondisi global yang penuh tantangan harus dimanfaatkan untuk memperkuat reformasi di berbagai sektor ekonomi.

Ia menilai, kebijakan ekonomi perlu dirumuskan secara terpadu dan selaras agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia pada 2026 diperkirakan tetap tumbuh solid. Hal ini didukung oleh stimulus fiskal, kebijakan moneter yang akomodatif, serta konsumsi rumah tangga dan sektor manufaktur yang masih menjadi motor utama pertumbuhan.

Di sisi lain, mayoritas bank juga optimistis bahwa kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada triwulan I-2026 akan terus tumbuh dengan porsi yang meningkat terhadap total kredit perbankan.

Baca Juga: Ini Alasan Komisi XI Pilih Friderica Widyasari Dewi Menjabat Ketua OJK yang Baru

Load More