Suara.com - Setiap menjelang Lebaran, Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu pemasukan tambahan yang paling ditunggu. Dana ini sering dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hari raya.
Namun, jika ingin lebih bermanfaat, sebagian THR sebenarnya bisa dijadikan modal awal investasi agar uang tidak habis sia-sia. Lantas, dapat THR sebaiknya investasi apa?
Dengan memilih instrumen yang tepat, sebagian dana THR bisa berkembang dan membantu mencapai tujuan keuangan di masa depan.
Ada berbagai pilihan investasi yang bisa dipertimbangkan, mulai dari yang risikonya rendah hingga yang memiliki potensi keuntungan lebih besar.
Lalu, apa saja investasi yang cocok dari uang THR dan bagaimana tips mengelolanya? Simak penjelasannya berikut ini.
Pilihan Investasi setelah Mendapat THR
Berikut beberapa pilihan investasi yang bisa dipertimbangkan kalau kamu ingin memanfaatkan dana THR dengan lebih bijak.
1. Emas
Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang paling populer di Indonesia. Banyak orang memilih emas karena nilainya cenderung stabil dan mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.
Selain itu, emas juga mudah dicairkan ketika dibutuhkan. Saat ini investasi emas tidak hanya tersedia dalam bentuk logam mulia, tetapi juga dalam bentuk emas digital yang bisa dibeli dengan nominal kecil.
Baca Juga: 5 Fakta PP Nomor 9 Tahun 2026 Terkait THR dan Pajak Bagi ASN, Polisi dan Pensiunan
2. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)
Kalau kamu baru pertama kali berinvestasi dan ingin risiko yang relatif rendah, reksa dana pasar uang bisa menjadi pilihan yang tepat. Instrumen ini mengelola dana investor ke berbagai produk pasar uang seperti deposito dan surat utang jangka pendek.
Karena risikonya lebih kecil dibandingkan investasi lain, reksa dana pasar uang sering direkomendasikan bagi investor pemula. Selain itu, dana bisa dicairkan dengan relatif mudah jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
3. Obligasi atau Sukuk
Obligasi atau sukuk merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan dengan jangka waktu tertentu. Investor yang membeli instrumen ini akan mendapatkan imbal hasil secara berkala.
Investasi ini sering dipilih oleh orang yang menginginkan keuntungan yang lebih stabil dan terukur. Salah satu contohnya adalah Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan pemerintah dan dikenal cukup aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Jaga Daya Beli Rakyat, Pemerintah Kaji Insentif setelah Harga Pertamax Naik
-
Resmi Meluncur, JAM Coin Bidik 21 Juta Investor Kripto dan Garap Ekonomi Desa
-
Harga Minyak Dunia Lesu Setelah Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran
-
Harga Pangan Hari : Cabai hingga Daging Ayam Turun Tajam, Bawang Merah dan Gula Premium Justru Naik
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Merosot ke Level Rp17.928
-
IHSG Melonjak ke Level 5.960 Jumat Pagi, Investor Serbu Saham-Saham Ini
-
Opsi Jual Terbuka, Harga Buyback Emas Antan Melonjak Jadi Rp2,45 Juta/Gram
-
Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO
-
Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman
-
Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu