- Pengurus RW di Kalideres, Jakarta Barat mengirim surat permintaan THR kepada pengusaha menjelang Idul Fitri.
- Permintaan THR yang viral itu mencantumkan nominal berbeda untuk berbagai jabatan pengurus seperti Ketua RW dan Kamtibmas.
- Ketua RW mengaku hanya melanjutkan tradisi lama; dana terkumpul akan dibelikan bingkisan untuk dibagikan kepada staf lingkungan.
Suara.com - Jelang hari raya Idul Fitri, seorang pengusaha di wilayah Kalideres, Jakarta Barat mendapat surat permintaan tunjangan hari raya (THR) dari pihak pengurus RW.
Aksi ini viral usai diunggah di media sosial Instagram. Tak tanggung-tanggung pengurus RW mematok THR yang diperuntukkan kepada Ketua RW, Wakil Ketua RW, Kamtibmas, Danton, hingga Kasatlak Hansip RW.
Nominalnya pun berbeda, untuk Ketua RW permintaan THR ditarif Rp500 ribu, Kamtibmas Rp300 ribu, dan Rp200 ribu untuk Kasatlak Hansip RW.
Kejanggalan yang disorot publik adalah adanya pemecahan surat yang mengatasnamakan berbagai jabatan pengurus, mulai dari Ketua RW, Wakil Ketua RW, Kamtibmas, Danton, hingga Kasatlak Hansip RW.
Ketua RW 09 Kelurahan Kamal, Wijaya Kusuma mengaku, jika permintaan THR ini merupakan tradisi kepengurusan lama.
Wijaya mengaku baru beberapa bulan menjabat sebagai Ketua RW. Ia menggantikan Ketua RW sebelumnya yang telah meninggal dunia.
Ia mengaku format proposal maupun pencantuman berbagai nama jabatan tersebut murni merupakan peninggalan dari kepengurusan lama.
"Jadi kan gini, kalau terkait masalah yang THR-an ya, saya kan nerusin RW almarhum saja. Terus proposalnya pun sama saya nerusin,” kata Wijaya, saat dihubungi awak media, Rabu (11/3/2026).
“Terkait nama ABCD, RW, wakil, itu kan memang udah zaman almarhum kayak gitu, jadi saya nerusin dah kira-kira kayak gitu," imbuhnya.
Baca Juga: KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Wijaya mengaku bingung karena hanya mengikuti tradisi yang sudah berjalan bertahun-tahun di lingkungan tersebut. Bahkan, menurutnya, pabrik-pabrik setempat sebenarnya sudah terbiasa dengan proposal serupa.
"Memang sudah dari dulu-dulu seperti itu, sudah kenal lah sebetulnya pabrik-pabriknya," kata Wijaya.
Wijaya juga membantah jika proposal yang dikirimnya untuk memperkaya diri sendiri. Sebab, klaim Wijaya, jika uang tersebut telah terkumpul akan dibelikan bingkisan.
Nantinya bingkisan tersebut bakal dibagikan kepada warga yang selama ini dianggap telah banyak membantu operasional lingkungan.
"Jadi nggak ada kaitannya nih apa RW sekian, wakil sekian, enggak. Semua saya jadiin satu saya bakal beli bingkisan buat THRan orang-orang saya, RT sama jajarannya, kemudian PPSU juga," ujarnya.
Wijaya kembali menegaskan, jika permintaan THR ini dilakukan lantaran pihak RW tak memiliki alokasi dana khusus untuk memberikan THR bagi jajaran pengurus.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
Terkini
-
143 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran 2026, Jateng Jadi Tujuan Utama
-
Tol Jogja-Solo Ruas Purwomartani-Prambanan Siap Fungsional untuk Mudik 2026, Dibuka 16 Maret
-
DPR Dorong Penguatan Baharkam Polri, Fungsi Pencegahan Kejahatan Harus Diperkuat
-
Proyek LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung Agustus 2026
-
Praperadilan Ditolak, Kubu Yaqut Sebut Hakim Hanya Menyoroti Alat Bukti
-
Zionis Kiamat! Warga Israel Kocar Kacir Dihujani Rudal
-
Perjanjian Dagang RIAS Digugat ke PTUN, DPR Dikritik Tak Kritis Jalankan Fungsi Pengawasan
-
Ikuti Jejak Eggi Sudjana, Tersangka Rismon Ajukan Restorative Justice di Kasus Ijazah Jokowi
-
Durasi Perang Iran Tidak Pasti, Donald Trump Plin-plan?
-
12 Hari Serangan AS-Israel ke Iran: 1.300 Warga Sipil Tewas, 10.000 Target Diklaim Dibom