- Iran terus ekspor minyak ke Tiongkok melalui Selat Hormuz meski jalur laut strategis itu diserang sejak 28 Februari.
- Eksportasi minyak Iran, yang didukung armada gelap, berkisar 13,7 hingga 16,5 juta barel sejak konflik dimulai.
- AS belum blokade tanker Iran karena khawatir akan pemicuan penutupan total Selat Hormuz dan kenaikan harga minyak.
"Saya terkejut, mengingat keberhasilan AS menyita kapal-kapan Venezuela pada Desember lalu, dan bahwa sekarang AS tidak melakukan hal yang sama di Iran," kata David Tannenbaum, direktur perusahaan konsultan Blackstone Compliance Services.
Jawabannya, menurut analis lain, karena Trump khawatir serangan terhadap kapal pengangkut minyak Iran akan membuat rezim di Teheran semakin membabi buta menutup Selat Hormuz dan pada akhirnya membuat harga minyak dunia melonjak lebih tinggi.
Dengan kata lain, selama Iran masih bisa mengekspor minyaknya maka tidak ada alasan bagi Teheran untuk menutup total Selat Hormuz.
"Jika AS menyita tanker-tanker Iran, maka Teheran semakin tak punya beban untuk menutup total selat itu," kata James Lightbourn pendiri perusahaan investasi pelayaran Cavalier Shipping.
Berita Terkait
-
Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian
-
Pasukan Kurdi Bersiap di Perbatasan, Iran Balas dengan Rudal Balistik
-
Perang AS-Iran Memanas, Batalion Perempuan Kurdi Siap Angkat Senjata
-
Trump Umumkan Perang Iran Hampir Selesai Usai Bicara dengan Vladimir Putin
-
Serangan ke Pulau Mungil Ini Akan Lumpuhkan Iran, Mengapa Belum Dilakukan AS dan Israel?
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
AS Bunuh Ali Khamenei, Menteri Olahraga Iran: Kami Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terkini
-
Strategi Garuda Indonesia Genjot Penjualan Tiket
-
BNI Sekuritas Optimistis Pasar Saham, Proyeksi IHSG Capai 10.800 Didukung Sektor Komoditas
-
Konflik Timur Tengah Berkecamuk Lagi, IHSG Terseret Turun ke Level 7.362
-
Jakarta Darurat Sampah
-
Stok BBM Pertamax Tinggal 29 Hari dan Pertamina Dex 45 Hari
-
Bom Waktu Subsidi: Pemerintah Tahan Harga BBM Hingga Lebaran, APBN Siap-Siap Jebol?
-
Rupiah Tak Bertenaga, Tergerus Sentimen Timur Tengah ke Level Rp16.893
-
INNOCEAN Memuncaki Peringkat Kreatif Korea dan Menembus Papan Atas Asia
-
Demi Keselamatan Perwira di Tengah Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi Pekerja di Irak dan UEA
-
Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian