- Nilai tukar rupiah melemah mencapai Rp16.920 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg pekan ini.
- Per Jumat (6/3/2026), bank-bank besar di Indonesia menjual kurs dolar AS pada kisaran harga Rp17.000.
- Kurs jual rupiah di Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA bervariasi pada transaksi *E-Rate* dan *TT Counter*.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih mengalami pelemahan pada pekan ini. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda tertekan ke level Rp16.920 per dolar AS.
Sejumlah perbankan besar di Indonesia kompak menjual kurs dolar AS pada harga Rp17.000. Bagi Anda yang berencana melakukan transaksi valas hari ini, Jumat (6/3/2026), penting untuk memantau pergerakan kurs yang fluktuatif:
Berikut daftar harga kurs di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA hari ini :
Bank Mandiri
Mengacu pada data terbaru, kurs beli USD (E-Rate) berada di level Rp16.900 dengan kurs jual Rp16.930. Sementara untuk kategori TT Counter/Bank Notes, dipatok pada kisaran Rp16.700 (beli) dan Rp17.000 (jual).
BNI
BNI menetapkan kurs beli USD (E-Rate) di level Rp16.906 dan kurs jual Rp16.926. Untuk transaksi melalui TT Counter/Bank Notes, harga beli berada di Rp16.805 dan harga jual menyentuh Rp17.075.
BRI
BRI mematok kurs beli USD (E-Rate) sebesar Rp16.798 dengan kurs jual Rp16.950. Sedangkan pada posisi TT Counter/Bank Notes, angkanya berada di level Rp16.735(beli) dan Rp17.035 (jual).
Baca Juga: Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.920
BCA
BCA menetapkan kurs beli USD (E-Rate) di posisi Rp 16.908 dan kurs jual Rp 16.928. Untuk layanan TT Counter/Bank Notes, nasabah dikenakan kurs beli Rp 16.775 dan kurs jual Rp 17.075.
Berita Terkait
-
Manufaktur dan Pertanian Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Dolar AS Melemah, Rupiah Menguat ke Level Rp16.754
-
Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran
-
Rupiah Menguat, Dolar Melemah Setelah Pidato Kenegaraan Trump yang Kontroversial
-
Daftar Harga Kurs Dolar Hari Ini di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Emas Antam Fluktuatif, Hari Ini Merosot Jadi Rp 3.024.000/Gram
-
Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.920
-
Dampak Perang AS-Iran, Mendag: Bahan Baku Impor Bisa Ikut Tersendat
-
IHSG Merah Lagi di Pembukaan Pagi Ini ke Level 7.699
-
Ini Strategi CFX untuk Tekan Biaya dan Tarik Transaksi Offshore
-
LPS Mulai Reorganisasi dan Persiapan Penjaminan Polis
-
Masuk Tahun ke-4, NeutraDC Kokohkan Fondasi Digital Ecosystem Hub
-
Premi Asuransi Migas Menyusut Rp100 Miliar pada 2025
-
Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman
-
Megawati Soekarnoputri Muncul di Daftar Pemegang Saham Sentul City (BKSL), Kempit 1,97 Miliar Lembar