- Menteri Keuangan Purbaya menolak berkomentar mengenai pelemahan Rupiah hingga Rp17.000.
- Purbaya menegaskan isu nilai tukar Rupiah sepenuhnya menjadi kewenangan Bank Indonesia (BI).
- Pada Senin (16/3/2026), Rupiah ditutup melemah 0,24 persen menjadi Rp16.998 per dolar AS.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa enggan mengomentari soal nilai tukar mata uang Rupiah yang sempat tembus ke Rp 17.000. Ia menegaskan kalau itu adalah kewenangan Bank Indonesia (BI).
"Saya enggak tahu itu kenapa melemah. Tapi Anda harus tanyakan ke Bank Sentral kalau Rupiah. Anda tanya yang betul ke Bank Sentral apa yang terjadi. Kenapa Anda tanya ke saya?" kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (16/3/2026).
Menkeu Purbaya menjelaskan kalau tanggung jawab BI hanya satu, yakni menjaga stabilitas nilai tukar. Ia ogah mengomentari hal tersebut karena bakal dianggap intervensi BI.
"Kalau saya ngomong kan nanti bahaya, intervensi kebijakan Bank Sentral. Saya enggak ngerti itu. Jadi harus tanya ke Bank Sentral," timpal dia.
Purbaya kembali menegaskan kalau saat ini ekonomi Indonesia seharusnya membaik, yang mana itu berdampak ke nilai tukar Rupiah. Dia kembali menyinggung kalau kebijakan tersebut ditanyakan ke BI.
"Kalau ekonominya lagi lari, lagi lari kenceng, makin kenceng, harusnya fundamentalnya baik. Kalau normal, Rupiah harusnya menguat. Jadi Anda tanya ke Bank Sentral kenapa melemah," tegasnya.
Berdasarkan data Bloomberg, Senin (16/3/2026), rupiah ditutup melemah 0,24 persen ke level Rp 16.998 per dolar AS. Posisi ini merosot dibandingkan penutupan Jumat pekan lalu yang masih berada di level Rp16.958.
Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia turut mencatat pelemahan di angka Rp16.990.
Berita Terkait
-
Penuh Sesak Pasar Tanah Abang Menjelang Lebaran
-
Purbaya Pastikan Harga BBM Tak Naik Meski Minyak Global Membara
-
Purbaya Endus 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing, Segera Kejar Pengemplang Pajak
-
Purbaya Siapkan Efisiensi Anggaran Program Pemerintah Imbas Harga Minyak Naik, Tak Cuma MBG
-
Purbaya Klaim Anggaran Masih Aman, Perppu Defisit APBN Belum Diperlukan
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026
-
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat
-
Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi