Bisnis / Keuangan
Senin, 09 Maret 2026 | 09:30 WIB
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pada Senin, 9 Maret 2026, nilai tukar Rupiah dibuka Rp17.017 per dolar AS, melemah 0,40% dari penutupan sebelumnya.
  • Pelemahan Rupiah dipicu oleh sentimen geopolitik yang memburuk dan kenaikan harga minyak mentah di atas 100 dolar AS.
  • Mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS, kecuali dolar Hong Kong yang justru mengalami penguatan tipis.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah terus melanjutkan pelemahan pada pembukaan hari ini. Hal ini membuat mata uang Garuda terus terpuruk.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Senin (9/3/2026) dibuka Rp17.017 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,40 persen dibanding penutupan pada Jumat (6/3/2026) yang berada di level Rp16.992 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.919 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah disebabkan kenaikan sentimen geo politik yang masih memanas.

"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh sentimen risk off yang memburuk," katanya saat dihubungi Suara.com.

Kata dia, pelemahan ini dipicu kenaikan harga minyak mentah yang melewati 100 dolar AS per barrel. Hal ini terus menekan rupiah.

"Dikuatirkan akan berdampak besar pada perekonomian global dan inflasi. Range 16.900-17.050," jelasnya.

Sementara itu, mata uang Asia bergerak fluktuatif. Salah satunya, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 1,11 persen. Disusul, baht Thailand yang ambles 0,9 persen.

Selanjutnya, ada won Korea Selatan yang terjun 0,89 persen dan dolar Taiwan yang tertekan 0,59 persen. Lalu, yen Jepang terkoreksi 0,57 persen.

Baca Juga: Rupiah Kian Tak Berdaya, Cadangan Devisa RI Kian Menyusut

Berikutnya, dolar Singapura dan ringgit Malaysia yang terdepresiasi masing-masing 0,51 persen dan 0,5 persen Diikuti, yuan China yang melemah 0,3 persen.

Sedangkan, dolar Hongkong menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat setelah naik 0,09 persen terhadap the greenback di pagi ini.

Load More