- Kepadatan ekstrem di Gilimanuk mencapai 36 km saat Angkutan Lebaran 2026 dipicu penyeberangan sebelum Nyepi.
- ASDP mengoptimalkan 34 kapal dan menerapkan skema TBB untuk mempercepat layanan penyeberangan di pelabuhan.
- Data menunjukkan lonjakan signifikan penumpang (76.495) dan kendaraan (23.025) pada H-5 di 16 Maret 2026.
Suara.com - Kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk sempat mencapai titik ekstrem pada periode Angkutan Lebaran 2026. Antrean bahkan dilaporkan mengular hingga sekitar 36 kilometer sebelum akhirnya mulai berangsur terurai.
Saat ini, kondisi lalu lintas menuju pelabuhan terpantau masih padat, namun sudah mulai mengalir dengan panjang antrean sekitar 20 kilometer.
Lonjakan kendaraan ini dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat yang ingin menyeberang lebih awal sebelum penutupan sementara lintasan Gilimanuk–Ketapang serta Padangbai–Lembar saat Hari Raya Nyepi pada 18–20 Maret 2026.
Selain tingginya volume kendaraan, kepadatan juga dipengaruhi dinamika lalu lintas di sepanjang jalur menuju Gilimanuk, termasuk aktivitas di sejumlah titik seperti SPBU dan fasilitas pendukung perjalanan lainnya.
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan arus kendaraan tetap bergerak dengan mengerahkan berbagai langkah percepatan layanan di lapangan.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, mengatakan seluruh kapasitas operasional telah dioptimalkan untuk mengurai kepadatan tersebut.
"ASDP melakukan berbagai upaya maksimal dengan mengoptimalkan kapal, dermaga, serta pengaturan operasional agar arus kendaraan tetap bergerak. Kami memahami banyak pengguna jasa yang mengejar waktu perjalanan sebelum penutupan pelabuhan saat Hari Raya Nyepi, sehingga seluruh sumber daya kami kerahkan untuk mempercepat layanan penyeberangan," ujar Yossi dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).
Di lapangan, rekayasa lalu lintas juga diterapkan guna mengurangi kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan. Kendaraan kecil diarahkan ke area buffer zone untuk memperlancar arus kendaraan.
"Kendaraan kecil juga diarahkan menuju area Buffer Zone Kargo yang saat ini terpantau terisi guna mengurangi kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan," ujar General Manager ASDP Cabang Ketapang Arif Eko.
Baca Juga: Meski Dompet Pas-pasan, 85,1 Persen Warga RI Tetap Nekat Mudik
Dari sisi operasional, ASDP mengerahkan total 34 unit kapal untuk meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan. Selain itu, diterapkan pula skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat perputaran kapal di sejumlah dermaga.
"Sebanyak 24 kapal dikerahkan untuk melayani skema TBB, di mana kapal yang tiba di Pelabuhan Ketapang langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan baru, sehingga perputaran kapal menjadi lebih cepat," kata Arif.
Lonjakan mobilitas juga tercermin dari data penumpang. Pada H-5 atau 16 Maret 2026, sebanyak 76.495 penumpang tercatat menyeberang dari Bali ke Jawa, naik 2,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, total kendaraan yang menyeberang pada hari tersebut mencapai 23.025 unit, terdiri dari sepeda motor, kendaraan roda empat, truk, dan bus.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-5, jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 309.135 orang, sementara total kendaraan mencapai 97.787 unit, keduanya menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
ASDP menegaskan akan terus melakukan optimalisasi operasional bersama seluruh pemangku kepentingan agar arus kendaraan yang masih padat dapat terurai secara bertahap.
"Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, ASDP terus berupaya menjaga layanan penyeberangan tetap aman, lancar, dan kondusif sehingga mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik tetap berjalan dengan baik," pungkas Arief.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026
-
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat
-
Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi