- Bank Indonesia mengubah batas pembelian tunai dolar menjadi 50.000 dolar AS per bulan mulai April untuk stabilitas nilai tukar rupiah.
- BI terakhir kali membatasi pembelian dolar AS pada 2022, di tengah krisis akibat wabah Covid-19.
- Rupiah ditutup melemah pada 17 Maret 2026 meskipun BI menahan suku bunga di tengah ketegangan global.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) telah mengubah batas maksimum pembelian valas dengan menjadi 50.000 dolar AS per pelaku per bulan. Kebijakan ini berlaku mulai April mendatang di tengah ancaman krisis energi akibat konflik di Teluk Persia.
Sebelumnya BI membatasi pembelian valas sebesar 100.000 dolar AS per bulan mulai 2022 silam, di tengah krisis ekonomi akibat wabah Covid-19.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kebijakan ini untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
"Memperkuat ketentuan pelaporan Lalu Lintas Devisa (LLD) melalui penyesuaian threshold kewajiban dokumen pendukung transfer dana keluar negeri (outgoing) dalam valas dari USD100 ribu menjadi USD50 ribu yang akan mulai berlaku April 2026," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Selasa (17/3/2026).
Sedangkan, batas jual Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) ditingkatkan dari 5 juta dolar AS per transaksi menjadi 10 juta dolar AS per transaksi. Disusul batas beli dan jual swap juga ditingkatkan dari 5 juta dolar AS menjadi 10 juta dolar AS per transaksi.
Bank Indonesia juga akan terus memperkuat berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi global akibat perang Timur Tengah.
Rupiah terus melemah
Sementara pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (17/3/2026), nilai tukar rupiah kembali melemah. Padahal, mata uang garuda sempat menguat ke level Rp16.975 pada pembukaan tadi pagi.
Berdasarkan data Bloomberg, ditutup ke level Rp16.997 per dolar AS atau melemah 0,01 persen dibanding penutupan pada Senin (16/3/2026) yang berada di level Rp 16.998 per dolar AS.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 17 Ribu, Purbaya Sewot: Tanya BI, Kalau Saya Ngomong Nanti Bahaya
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.982 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah gagal menguat padahal Bank Indonesia (BI) sudah menahan suku bunganya.
"Rupiah gagal mempertahankan penguatan terhadap dolar AS setelah Gubernur BI dalam RDG BI masih terkesan dovsih dengan mengatakan bahwa ruang pelonggaran kebijakan tetap terbuka," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, pelemahan rupiah masih akan terus berlanjut. Apalagi, belum meredanya ketegangan antara Iran vs Amerika dan Israel masih membuat rupiah tertekan.
"Posisi rupiah masih akan terus didikte dolar AS dan perang di Timur Tengah,"jelasnya.
Sementara itu, mayoritas mata uang di Asia menguat. Dolar Taiwan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,38 persen. Selanjutnya ada ringgit Malaysia terkerek 0,28 persen dan won Korea Selatan naik 0,2 persen. Disusul, peso Filipina yang sudah ditutup terangkat 0,15 persen.
Berikutnya, yuan China terapresiasi 0,05 persen dan rupee India pun terlihat menguat tipis 0,003 persen terhadap the greenback.
Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,21 persen disusul dolar Hongkong yang terkoreksi 0,09 persen, yen Jepang tergelincir 0,07 persen dan dolar Singapura yang melemah tipis 0,05 persen.
Berita Terkait
-
Perang di Timur Tengah, BI Tahan Suku Bunga Biar Rupiah Makin Kuat
-
Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000, Menko Airlangga: Tugas BI Ini!
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975
-
BI Beberkan Kerugian jika Masyarakat Tukar Uang Lebaran Ditempat Tidak Resmi
-
Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga, Stabilitas Rupiah Jadi Pertimbangan Utama
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
Terkini
-
Mendag Terbitkan Aturan Baru, Begini Tata Cara Ekspor Komoditas SDA Lewat PT DSI
-
PLN Defisit 20 Juta Ton Batubara, Wamen ESDM Jamin Kuota RKAB 2026 Naik
-
TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Implementasi ESG untuk Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan
-
IHSG Mulai Melemah Kembali Tapi Masih di level 6.200, Saham BBCA Gacor
-
Dunia Borong Perhiasan Indonesia, Nilai Ekspor Melonjak hingga 9,1 Miliar Dolar AS
-
Pemilik Angkat Bendera Putih, Pizza Hut Resmi Dijual Rp47 Triliun
-
Pinjol Akseleran dan Awantunai Alami Kredit Macet Tinggi, Terancam Bangkrut!
-
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.784 Triliun Perlu Diwaspadai, Apa Faktornya?
-
Rupiah Alami Pelemahan, Cek Harga Dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Cabai Rawit Makin Pedas di Kantong! Harga Tembus Rp82.300 per Kg