- DPP IKAPPI memprediksi lonjakan harga bahan pokok terjadi antara H+3 hingga H+7 Idul Fitri karena gangguan distribusi pasca-mudik.
- Gangguan rantai pasok timbul sebab banyak pedagang belum kembali beraktivitas setelah melakukan arus balik Lebaran.
- Mendag mengklaim harga kebutuhan pokok tetap stabil saat jelang Lebaran, dipantau melalui Sistem Pemantauan Pasar Nasional (SP2KP).
Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengingatkan adanya potensi lonjakan harga bahan pokok setelah Hari Raya Idul Fitri. Kenaikan ini diprediksi terjadi pada periode H+3 hingga H+7 Lebaran.
Sekretaris Jenderal DPP IKAPPI Reynaldy Sarijowan mengungkapkan, fase pasca Lebaran kerap menjadi momen rawan karena adanya gangguan distribusi akibat aktivitas mudik para pedagang.
"Walau pun begitu IKAPPI tetap mengingatkan kepada pemerintah di fase ketiga Ramadhan atau pasca Idul fitri yaitu tepatnya H+3 sampai dengan H+7 akan ada kenaikan harga pangan," ujar Reynaldi kepada wartawan, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga tersebut dipicu oleh terganggunya rantai pasok di pasar tradisional. Banyak pedagang yang belum kembali beraktivitas karena masih dalam perjalanan arus balik usai mudik Lebaran.
"Itu yang harus di antisipasi dikarenakan pedagang pasar yang melakukan arus balik dari mudik agar rantai pasok tetap terjaga di tiap pasar di seluruh tanah air," kata Reynaldi.
Menurut dia, kondisi ini berpotensi menyebabkan pasokan barang di pasar berkurang sementara permintaan masyarakat masih relatif tinggi, terutama untuk kebutuhan pasca Lebaran.
Situasi tersebut dinilai dapat memicu kenaikan harga secara cepat jika tidak diantisipasi dengan baik oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan.
IKAPPI pun meminta pemerintah untuk memastikan kelancaran distribusi bahan pangan, termasuk dengan menjaga ketersediaan stok di berbagai daerah selama periode arus balik Lebaran.
Selain itu, koordinasi dengan pelaku usaha dan distributor juga dinilai penting agar proses pengiriman barang tetap berjalan meski terjadi mobilitas tinggi masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan mengklaim harga sejumlah kebutuhan pokok tetap stabil meski sebagian pedagang mulai mudik menjelang Lebaran. Pemerintah menilai kepulangan pedagang tidak mengganggu pasokan maupun harga bahan pangan di pasar.
Hal itu disampaikan Budi usai melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Rawasari, Jakarta, Senin (16/3/2026). Ia mengatakan kondisi pasar masih relatif normal meskipun jumlah pedagang tidak sebanyak hari-hari biasa.
"Ya tapi ada yang mudik tapi ternyata harganya masih stabil. Artinya tidak terganggu ya dengan kepulangan. Jadi tetap harga normal, pasokan ada," kata Budi kepada wartawan di lokasi.
Menurutnya, dari hasil pengecekan di pasar, harga berbagai komoditas pangan masih berada pada kisaran yang stabil. Beberapa di antaranya seperti ayam, cabai, bawang merah hingga minyak goreng.
"Nah, tadi teman-teman lihat ya, banyak yang harganya masih stabil. Seperti ayam ya, kemudian bawang merah, cabai, minyak kita juga relatif stabil," jelasnya.
Ia juga melihat aktivitas masyarakat berbelanja kebutuhan pokok menjelang Lebaran masih cukup ramai meski ada pedagang yang sudah mulai pulang ke kampung halaman.
Berita Terkait
-
Kejutan Lebaran dari KAI, Naik LRT Jabodebek Hanya Rp1
-
Takbiran Bareng Nyepi, Habib Jafar Ingatkan Toleransi Bagian Ajaran Islam
-
Menkeu Purbaya: Program MBG Dihentikan Selama Libur Lebaran, Lumayan Hemat Triliunan Rupiah
-
Tol MBZ Sempat Ditutup Akibat Lonjakan 270 Ribu Kendaraan, Kakorlantas: Puncak Arus Masih Tinggi
-
Jelang Sidang Isbat: MUI Ingatkan Potensi Lebaran Berbeda, Umat Diminta Tak Saling Menyalahkan
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Hadapi Krisis Minyak, Presiden Prabowo Perintahkan Tambah Produksi Batu Bara
-
Semua Kementerian Akan Efisiensi untuk Jaga Defisit Anggaran, Kecuali MBG
-
Tarif LRT Jabodetabek Cuma Rp1 Selama H1 dan H2 Lebaran 2026
-
Operasional BRI, BNI, Bank Mandiri dan BSI Selama Libur Nyepi dan Idulfitri
-
Setiap Perjuangan Layak Ditemani: Perjalanan Ibu Wulan, Dari Titik Terendah Hingga Memiliki Rumah
-
Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia, Ini 4 Pewaris yang Ditinggalkan
-
Puncak Arus Mudik, Kementerian ESDM dan PLN Cek Operasional SPKLU Dalam Melayani Pemudik EV
-
Pimpinan Grup Djarum Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura
-
Jasamarga Tambah Lajur Contraflow Jadi Tiga di Kamis Sore, Pemudik Meningkat 7 Persen
-
Jumlah Kendaraan di Ruas Tol JakartaCikampek Meningkat