Bisnis / Makro
Selasa, 14 April 2026 | 14:41 WIB
Minyakita hilang di pasar tradisional Jakarta sejak sebulan pasca-Lebaran. Harga jual tembus Rp20.000/liter. Foto Fakhri-Suara.com
Baca 10 detik
  • Minyakita hilang di pasar tradisional Jakarta sejak sebulan pasca-Lebaran.
  • Harga jual tembus Rp20.000/liter, melampaui jauh ketetapan HET Rp15.700/liter.
  • IKAPPI sebut distribusi pemerintah tidak optimal dan janji Mendag belum terbukti.

Suara.com - Harapan masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng murah program pemerintah, Minyakita, tampaknya kian menjauh. Kelangkaan stok mulai menghantui berbagai pasar tradisional, dan kalaupun ada, harganya sudah naik melampaui aturan resmi.

Pantauan di Pasar PSPT, Tebet Timur, Jakarta Selatan pada Selasa (14/4/2026) menunjukkan pemandangan kontras. Banyak kios yang hanya memajang dus kosong. Tika, salah satu pedagang, mengeluhkan sulitnya mendapat pasokan dari distributor.

"Susah dicari sekarang kalau Minyakita. Harganya Rp40 ribu untuk 2 liter," keluh Tika kepada Suara.com.

Padahal, berdasarkan aturan Harga Eceran Tertinggi (HET), Minyakita seharusnya dijual seharga Rp15.700 per liter atau sekitar Rp31.400 untuk 2 liter. Selisih harga yang mencapai hampir Rp9.000 ini membuat pedagang justru menyarankan warga beralih ke minyak goreng premium yang harganya hanya terpaut tipis.

Kondisi serupa ditemukan di kios milik Rahman. Meski ia masih memiliki stok ukuran 1 liter, harganya dipatok Rp20.000, jauh di atas HET. Menurutnya, pasokan mulai tersendat sejak habis Lebaran sebulan lalu.

Menanggapi fenomena ini, Sekjen IKAPPI, Reynaldi Sarijowan, melontarkan kritik pedas. Ia menilai distribusi melalui sistem pemerintah tidak berjalan optimal.

"Coba buktikan wilayah mana yang Minyakita sudah menyentuh Rp15.700? Semuanya melambung tinggi. Janji Menteri Perdagangan gagal dibuktikan," pungkas Reynaldi.

Load More