Bisnis / Makro
Kamis, 19 Maret 2026 | 19:31 WIB
Fase pasca Lebaran kerap menjadi momen rawan kenaikan harga barang pokok karena adanya gangguan distribusi akibat aktivitas mudik para pedagang.. [Kontributor Suarajogja.id/Julianto]
Baca 10 detik
  • DPP IKAPPI memprediksi lonjakan harga bahan pokok terjadi antara H+3 hingga H+7 Idul Fitri karena gangguan distribusi pasca-mudik.
  • Gangguan rantai pasok timbul sebab banyak pedagang belum kembali beraktivitas setelah melakukan arus balik Lebaran.
  • Mendag mengklaim harga kebutuhan pokok tetap stabil saat jelang Lebaran, dipantau melalui Sistem Pemantauan Pasar Nasional (SP2KP).

"Jadi saya lihat tadi juga masyarakat antusias untuk berbelanja, banyak sekali hari ini. Walaupun saya lihat juga sebagian pedagang sudah pulang mungkin ya, karena kemarin kami ngecek di pasar lain sebagian pedagang sudah pulang. Tetapi harga tetap normal, tetap stabil ya," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Budi menjelaskan pemerintah terus memantau perkembangan harga bahan pokok melalui sistem pemantauan nasional.

"Pengecekan harga itu dilakukan setiap hari melalui SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok), ya," ungkapnya.

Ia menyebut melalui sistem tersebut pemerintah dapat memantau perkembangan harga dari ratusan pasar di berbagai daerah.

"Jadi setiap hari itu kan ada kontribusi dari beberapa daerah. Jadi ada 550 titik pasar yang terus kita awasi, kita ikuti perkembangan harganya," pungkas Budi.

Load More