- IKAPPI melaporkan distribusi Minyakita melalui Bulog tidak optimal karena hambatan administrasi teknis yang rumit bagi para pedagang.
- Ketidakefektifan distribusi menyebabkan pasokan Minyakita sulit ditemukan dan harga jual di pasar melampaui Harga Eceran Tertinggi.
- Mendag menerbitkan Permendag Nomor 43 Tahun 2025 untuk memperkuat peran BUMN dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng rakyat.
Suara.com - Pedagang pasar menilai distribusi Minyakita melalui Perum Bulog justru mempersulit akses pasokan di lapangan.
Akibatnya, harga produk minyak murah itu terus melambung tinggi hingga selalu di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengatakan skema distribusi dan persyaratan administrasi membuat pedagang kesulitan memperoleh minyak goreng murah tersebut.
"Bulog dengan jejaring yang dimilikinya untuk pendistribusian Minyakita juga tidak berjalan dengan optimal," kata Reynaldi saat dihubungi Suara.com, Rabu (15/4/2026).
Ia mengatakan, kendala distribusi tidak hanya terjadi pada penyaluran barang, tetapi juga pada aspek teknis dan administrasi yang dinilai berbelit bagi pedagang.
"Cenderung mempersulit dengan urusan-urusan teknis dan administrasi sehingga pedagang kami yang sudah kami daftarkan ke bulog di masing-masing wilayah, sudah dua minggu lebih juga tidak diantarkan Minyakitanya," ujarnya.
Menurut Reynaldi, kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan memperoleh pasokan Minyakita meski secara aturan sudah memenuhi syarat dan terdaftar dalam sistem distribusi.
"Contoh perlu ada NIB (Nomor Induk Berusaha), perlu ada Simirah (Sistem Informasi Minyak Goreng Curah), dan sebagainya," ucapnya.
Selain itu, ia juga menyinggung Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang tidak berjalan dengan baik.
Baca Juga: Misteri Hilangnya Minyakita di Pasar: Stok Gaib, Harga Bisa Tembus Rp40 Ribu!
"Sementara penyaluran distribusi minyakita melalui SP2KP tidak berjalan dengan optimal," ujarnya.
Ia menilai, jika sistem distribusi berjalan optimal tanpa hambatan administratif, maka persoalan di pasar bisa diminimalkan.
"Sebenarnya jika implementasi itu berjalan dengan baik dan optimal nggak ada tuh isu kelangkaan Minyakita," tutur Reynaldi.
Karena itu, berdasarkan laporan para pedagang pasar di berbagai daerah, saat ini pasokan Minyakita di jaringan Bulog sulit ditemukan oleh pedagang di berbagai wilayah.
"Stok di hampir seluruh wilayah bulog kami ga menemukan," ucapnya.
"Kalaupun ada stok nya harganya sudah di atas HET," tambah Reynaldi memungkasi.
Berita Terkait
-
Klaim Mendag Busan: Pedagang Mudik, Harga Pangan Tetap Adem di Pasar Rawasari
-
Cadangan Beras Pemerintah Tembus 4 Juta Ton
-
Bulog: Stok Beras dan Minyak Goreng Aman hingga Akhir 2026
-
Bos Bulog Jamin Beras yang Diekspor untuk Jamaah Haji Berkualitas Super Premium
-
Ekspor Beras ke Arab Saudi Berisiko Terganggu Akibat Perang AS dan Israel vs Iran
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
IHSG Masih di Zona Hijau Pada Sesi I, 447 Saham Melesat
-
Industri Gula Amburadul, Swasembada Terancam Gagal?
-
Harga Bahan Baku Plastik Bisa Naik 70%, Apindo Sebut Pabrik Terancam Tak Produksi Bulan Depan
-
Volume Bongkar Muat IPC TPK Tumbuh Tipis 0,9% di Kuartal I-2026
-
CMNP Optimistis Menang Gugatan Rp 119 T Lawan Hary Tanoe, Incar Aset di Beverly Hills
-
Indonesia Cari Pasokan Energi Baru, Bahlil Temui Menteri Energi Rusia
-
Strategi Cegah Stunting Jasindo, dari Sawah ke Meja Makan
-
Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat
-
Konflik Timur Tengah Mereda? Harga Minyak Langsung Terkoreksi
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 T, Pemegang Saham Terima Rp346 per Saham