- Pemerintah siapkan skema WFH 1 hari pascalebaran bagi ASN & swasta demi efisiensi BBM.
- Menko Airlangga: WFH bertujuan tekan konsumsi energi di tengah lonjakan harga minyak dunia.
- Kebijakan WFH bersifat dinamis, menyesuaikan situasi geopolitik dan harga minyak global.
Suara.com - Pemerintah tengah menggodok kebijakan fleksibilitas kerja berupa Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga sektor swasta selepas libur Lebaran. Langkah ini diambil sebagai strategi efisiensi di tengah tren lonjakan harga minyak dunia yang belum mereda.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, skema WFH ini direncanakan berlaku secara terbatas, yakni satu hari dalam lima hari kerja.
"Dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi waktu kerja, di mana akan dibuka fleksibilitas untuk WFH dalam satu hari dalam lima hari kerja," ujar Airlangga saat ditemui di Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Airlangga menegaskan, kebijakan ini tidak hanya menyasar ASN, tetapi juga didorong untuk diikuti oleh pemerintah daerah dan sektor swasta. Tujuannya jelas: menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) secara nasional melalui pengurangan mobilitas harian.
Presiden Prabowo Subianto pun disebut memberikan respons positif. Hitung-hitungannya, efisiensi yang dihasilkan bisa mencapai seperlima atau 20% dari total konsumsi BBM harian untuk aktivitas kerja.
Meski sudah direncanakan pascalebaran, pemerintah belum mengetok palu mengenai tanggal pasti pelaksanaannya. Durasi kebijakan ini pun akan bersifat dinamis, bergantung pada perkembangan tensi geopolitik dan fluktuasi harga energi global.
"Pasca Lebaran, tapi nanti kita tentukan waktunya. Kita lihat situasinya, harga minyak, situasi perang. Jadi kita ikuti situasi yang berkembang," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menepis isu bahwa kebijakan efisiensi ini berkaitan dengan pengalihan anggaran program lain. Ia memastikan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan sesuai rencana tanpa ada pemangkasan dana sedikit pun.
Kebijakan WFH ini murni diposisikan sebagai solusi adaptif demi menjaga ketahanan energi nasional di tengah tekanan pasar global yang kian berat.
Baca Juga: Gedung Putih Tak Pasang Target Akhiri Perang Iran, Minta Dana Tambahan Rp3.394 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Puncak Mudik Kapal PELNI Tembus 31 Ribu Penumpang, Naik 12,2 Persen
-
Program MBG Guyur Rp1 Miliar Per SPPG Setiap Bulan
-
Gandeng Ojol, Perusahaan Ini Sebar Ratusan Ribu Susu Steril
-
Perkuat Ekosistem Trading, OKX Resmi Luncurkan Platform ORBIT
-
SPPG Kini Jadi Jantung Ekonomi Desa
-
Prabowo: Hilirisasi Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas
-
Sambut Idulfitri, PLN Group Berbagi Santunan untuk Anak Yatim Hingga Santri di Banggai
-
Hadapi Krisis Minyak, Presiden Prabowo Perintahkan Tambah Produksi Batu Bara
-
Semua Kementerian Akan Efisiensi untuk Jaga Defisit Anggaran, Kecuali MBG
-
Awas, Ada Potensi Lonjakan Harga Barang Pokok Sehabis Lebaran