- Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan AS belum memiliki target waktu pasti untuk mengakhiri perang melawan Iran.
- Konflik yang dipicu serangan AS-Israel pada 28 Februari telah menyebabkan kematian Khamenei dan penutupan Selat Hormuz.
- Keputusan akhir mengenai penghentian perang berada di tangan Presiden Donald Trump, di tengah permintaan dana tambahan signifikan.
Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menegaskan belum memiliki target atau tenggat waktu yang pasti untuk mengakhiri perang melawan Iran.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth dalam sebuah konferensi pers pada Kamis (19/3/2026) sebagai respons atas perkembangan konflik yang kini telah memasuki minggu ketiga.
Konflik yang dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari tersebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan mengguncang perekonomian global.
Di tengah situasi di mana Iran telah melancarkan serangan balasan dan menutup Selat Hormuz, jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dunia, Hegseth menegaskan bahwa Washington tidak akan terburu-buru menentukan kapan konflik akan berakhir.
"Kami tidak ingin menetapkan jangka waktu yang pasti," ujar Hegseth sebagaimana dilansir AFP.
Lebih jauh, Hegseth mengklaim bahwa operasi militer yang berjalan sejauh ini masih sesuai dengan rencana.
Kendati demikian, ia menekankan bahwa otoritas penuh untuk menghentikan perang pada akhirnya berada di tangan Presiden Donald Trump.
"Ini pada akhirnya akan menjadi pilihan presiden, di mana kita akan mengatakan, 'Hei, kita telah mencapai apa yang kita butuhkan,'" lanjutnya.
Selain soal durasi, konferensi pers tersebut juga menyinggung laporan mengenai permintaan dana tambahan fantastis sebesar lebih dari 200 miliar dollar AS (sekitar Rp 3.394 triliun) kepada Kongres untuk membiayai perang ini.
Baca Juga: Update Korban Perang AS-Israel vs Iran: Tembus Ribuan Jiwa Meninggal Dunia
Hegseth tidak membantah angka tersebut, namun mengindikasikan bahwa jumlahnya masih dinamis dan bisa berubah sesuai dengan perkembangan di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa Pentagon saat ini terus berkoordinasi dengan Kongres untuk memastikan aliran dana militer tetap aman, baik untuk operasi yang sudah berjalan maupun untuk kebutuhan yang mungkin muncul di masa mendatang.
Berita Terkait
-
Usul Ditolak FIFA, Timnas Iran Pastikan Tampil di Piala Dunia 2026 tapi...
-
12 Negara Islam Kompak Lawan Iran: Hentikan Serangan atau Kami Balas
-
Ramadan di Wisconsin
-
Begini Persiapan Warga Iran Rayakan Lebaran 2026 di Tengah Gempuran AS-Israel
-
Hilal Tak Terlihat, Warga Iran Bakal Rayakan Lebaran 2026 pada Sabtu 21 Maret
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah
-
Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG
-
Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG
-
Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata
-
Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas